TEMBILAHAN - Pengurus Ikatan Keluarga Suku Duano Riau (IKDR) Inhil, Sabtu malam 12 Desember 2015 melaksanakan Pagelaran Seni Suku Duano sekaligus pengukuhan IKDR masa bhakti 2015-2028 di Lapangan Upacara Gajah Mada Tembilahan.
Hadir dalam pengukuhan tersebut, Bupati Inhil HM Wardan, Ketua DPRD Dani M Nursalam, Dandim 0314, Kapolres, Kepala SKPD, Kabag di lingkungan Sekretariat Pemkab Inhil.
H Hasmawi SAg MM, usai acara menjelaskan pengkuhan kali ini, adalah tongkat sejarah bagi Suku Duano. Selama ini kepengurusan Suku Duano tidak pernah dikukuhkan oleh pemerintah.
"Mudahan-mudahan, ini menjadi eksistensi yang kuat. Untuk itu kami akan terus menjalin kerjasama dengan Pemkab, dan siap mensukseskan apa yang sudah menjadi program Pemkab selama ini," kata Hasmawi yang juga anggota DPRD ini.
Ia menambahkan, dalam pengkuhan ini, juga ditampilkan 3 buah kesenian Suku duano seperti atraksi menongkah, pengobatan tradisional dan Bedenden. "Kesenian ini bisa jadi cikal bakal yang sangat baik. Kami berusaha mengembang lagi, budaya-budaya Duano yang bisa tampilkan dan jadi ciri khas," tambahnya.
Tambah Hasmawi, Suku Duano merasa bangga bisa duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan berbagai elemen masyarakat Inhil. Untuk itu dalam waktu dekat, bagaimana menginventarisir pengurus daerah untuj bisa dikukuhkan hingga di tingkat desa.
"Salah satu ketertinggalan Suku Duano adalah pendidikan. Sebagai anggota DPRD Inhil dari Duano saya akan memperjungakan kepada pemerintah, bagaimana anak-anak Suku Duano dapat pendidikan yang layak," ujarnya.
Bupati Inhil HM Wardan ketika memberi sambutan menjelaskan, dalam catatan sejarah, Masyarakat Duano berasal dari Ras Proto Malay atau Melayu Tua yang hidup di tahun 2500 sampai 1500 sebelum Masehi. Mereka hidup nomaden atau berpindah-pindah. Tetapi saat ini masyarakat Suku Duano sudah menetap.
"Pemkab Inhil telah memberikan bantuan perumahan untuk Suku Duano. Disamping itu berbagai progran lainnya melalui Dinas Sosial, agar mampu bersaing dengan masyarakat lainnya," kata Bupati.
Masyarakat Duano kata Bupati memilki pilosopi Piak Duanu Lap Dedolak. Artinya tidaklah Duanu hilang di Laut, yang bermakna bahwa eksitensi masyarakat Duano dengan alam terutama laut yang menjadi habitatnya tidak dapat terpisahkan dan sangat melekat.
Dalam kesempatan ini, Pemkab Inhil mengucapkan selamat atas pengkuhan ini. Ini merupakan momentum tonggak sejarah untuk bangkit. Dalam hal ini Pemkab mensuport dan memberikan dukungan bagi kemajuan.
"Ini merupakan hazanah kekayaan dari Kabupaten Inhil, perlu tentunya dikembangkan. Saya berharap kepada semua pihak terutama SKPD terkait memberikan dukungan," tegas Wardan.
Sejauh ini dari data yang dimiliki, ada 15 ribu jiwa masyarakat Suku Duano tersebar di 7 kecamatan dan 13 Desa. Kecamatan Kateman Desa Kuala Selat Kelurahan Bandar Sri Gemilang. Kecamatan Mandah di Desa Bekawan dan Desa Belaras, Kecamatan Concong Desa Concong Luar dan Desa Panglima Raja.
Untuk Kecamatan Kuindra di Desa Perigi Raja dan Desa Sungai Bela, Kecamatan Tanah Merah di Desa Tanah Merah, Desa Tanjung Pasir dan Desa Sungi Laut. Dua daerah lainnya adalah Kecamatan Sungai Batang di Desa Kuala Patah Parang dan di Kecamatan Reteh di Desa Pulau Ruku.**(rls/suf)















