PEKANBARU -- PT Makmur Papan Perkasa (MPP) selaku pihak pengelolah plaza sukaramai mengatakan bahwa penyelesaian pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sudah mencapai 90 persen. TPS tersebut diperuntukkan  bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu dipusat perbelanjaan Plaza Sukaramai.

Jika semula, pihak pengelola memperkirakan pengerjaan 1056 TPS dengan  ukuran 2 x 2 meter akan rampung selama 10 hari. Namun akibat adanya beberapa kendala, sehingga membuat proses pembangunannya sedikit molor hingga 15 hari.

Manager Teknik PT MPP Desta,  mengatakan bahwa progres pembangunan sudah mencapai 90 persen khusus pembangunan TPS di dalam area parkiran. Pembangunan TPS sendiri dilakukan pada tiga lokasi yakni di area parkir, di Jalan Cokroaminoto dan Jalan Kopi.

"Untuk progres pembangunan TPS di area parkir sudah mencapai 90 persen. Sementara Pembangunan TPS di Jalan Cokro Aminoto baru bisa  dilakukan hari Sabtu kemaren, sedangkan TPS di Jalan Kopi belum bisa lakukan karena perlu ada berkoordinasi dulu dengan Dinas Pasar untuk pembangunannya," ujar Desta.

Desta menambahkan, proses pengerjaan TPS ini sudah dimulai sejak Senin 4 Januari 2016 lalu, Direncanakan akan rampung selama sepuluh hari, tapi dengan ada beberapa kendala seperti para pedagang yang masih tetap berjualan. Sehingga pembangunan terganggu.

"Semula kita targetkan 10 hari tapi kemungkinan molor hingga 15 hari akibat para pedagang tetap berjualan selama proses pembangunan. Apabila TPS sudah rampung, maka pedagang bisa berjualan dan tidak akan dikenakan biaya untuk menempati TPS tersebut," paparnya.

Lebih lanjut, ketika disinggung apakah nanti bangunan pusat perbelanjaan Plaza Sukaramai bisa digunakan kembali, Ia menyebut tidak bisa memastikan.

"Kalau itu saya belum bisa menjawabnya. Yang jelas, saat ini kita hanya berkosentreasi untuk pembangunan TPS dulu. Nanti ada tim dari Jakarta yang akan melakukan kajian serta memastikan apakah bangunan layak atau tidak," tutupnya.**(saf)