SIAK -- Seharusnya dengan telah diturunkanya harga BBM oleh pemerintah, seharusnya kebutuhan pokok termasuk barang-barang lain juga harus ikut turun. Pasalnya, selama ini setiap terjadikan kenaikan barang bermuara dari tingginya harga transportasi, tapi ini tidak harga BBM turun, akan tetapi sejumlah kebutuhan harganya malah menanjak naik. 

Demikian dikatakan, Awan  pemilik toko  sembako dikota Siak saat ditanya, Selasa 12 Januari 2016. Menurut dia, pasca turunnya BBM, harga kebutuhan malah melonjak naik, seperti telor dari Rp 32 ribu /papan naik menjadi Rp 39 ribu, Indomie rata-rata satu karton naik Rp 3700, dan beberapa beberapa kebutuhan lainya juga ada yang naik, sedangkan gula  pasir pasir masih bertahan.

"Kalau seperti kami yang bergerak dibidang usaha barang kebutuhan sembako ini tetap mengikuti arus pasar, seandainya sejumlah harga kebutuhan baik, kami pedagang ini harus tetap menyesuaikan harga beli dengan harga yang dijual," katanya.

Sebenarnya, lanjutnya, setiap terjadi kenaikan harga barang disebabkan kenaikan harga BBM, tapi walaupun harga BBM turun seperti sekarang ini, harga kebutuhan barang juga tidak ikut turun, tapi sejumlah barang kebutuhan malah naik.

"Memang kalau melihat perkembangan pasar pasca turunnya harga BBM, sepertinya tidak menguntungkan masyarakat kecil. Itu yang terjadi, sebab terpaan ekonomi yang terjadi saat tingkat jual beli ditokonya sekarang ini cukup sepi dan jauh menurun. Ya mau macam mana lagi terpaksa dijalani sajalah," katanya.

Meskipun demikian, lanjutnya, sebagai masayarakat sudah barang tentu sangat berharap sekali semoga ekonomi secara Internasional dan juga Nasional bisa membaik seperti yang diharapkan semua masyarakat.**(jas)