• Bupati Pelalawan HM.Harris menyerahkan nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kepada Ketua DPRD

PELALAWAN --  Bupati Pelalawan HM Harris menyatakan keadaan yang harus diterima. APBD Pelalawan tahun 2016 yang telah disahkan Rp 2.160 Triliun rupiah, akhirnya dipangkas lebih kurang Rp 262 Miliar. 

Dengan pemotongan anggaran, Pemda Pelalawan harus melakukan evaluasi dan rasionalisasi."Dengan berat hati, program yang sebelumnya sudah dianggarkan harus di tunda" ungkap HM Harris saat konfirmasi pemotongan APBD Pelalawan 2016.

Dikatakannya pemotongan di perkirakan sampai 35 persen di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diluar dana rutin. "Saya instruksikan SKPD melakukan evaluasi dan rasionalisasi anggaran yang harus dipotong. Ini wajib dilakukan karena tidak mungkin semua program yang disahkan dikerjakan. Karena dana tidak ada" beber Bupati.

Bupati meminta, evaluasi dan rasionalisasi jangan dikaitkan dengan Pilkada . "Tolong dipahami keadaan ini, anggaran kita terpotong sehingga terjadi evaluasi dan rasionalisasi. Ini ibarat enggang lalu ranting patah. Pilkada sudah berlalu dan anggaran dan dana kita dikurangi. Jadi wajib ada rasionalisasi" pintanya.

Harapannya setiap SKPD betul betul melakukan evaluasi dan rasionalisasi tanpa mengurangi standar pelayanan pemerintah daerah. Yang terkait pelayanan tak mungkin dihilangkan. "Saya harap semua SKPD . Evaluasi benar benar sesuai kebutuhan mendasar setiap SKPD. Semua satker wajib evaluasi dan rasionalisasi" tegasnya.

Pengurangan APBD Pelalawan paling besar dari Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2015 untuk Kabupaten Pelalawan dipotong oleh pemerintah pusat hingga 50 persen. Ini pengaruh dari harga minyak dunia yang turun drastis dalam tahun ini. Jadi pusat memutuskan untuk memotong DBH seluruh daerah yang menghasilkan minyak dan gas.**(ham)