SIAK -- Melihat tingginya biaya peremajaan sawit dengan sistem bapak angkat, pemiliki kebun plasma terpaksa melakukan peremajaan sendiri sawit miliknya.

"Sebenarnya peremajaan sawit lewat jasa bapak angkat, cukup membantu kerja para petani. Sebab kita tinggal bersih. Termasuk biaya perawatannya juga ditanggulangi oleh bapak angkat hingga sampai berhasil. Namun karena cost yang dikelauar saat ini besar, makanya petani mesti melakukan peremajaan sawit sendiri," kata Sujalmi, pemilik kebun plasma di Kampung Banjar Seminai. Kecamatan Dayun, kemarin.

Dia menyebutkan, usia kebun plasma di Banjar Seminai pada tahun 2018 akan diremajakan serentak, karena sudah sampai waktunya, termasuk kebun miliknya.

Tapi, setelah dihitung-hitung besarnya kredit peremajaan lewat jasa bapak angkat yang akan ditanggung oleh masyarakat mulai dari awal sampai lunas mencapai Rp 100 juta, belum termasuk bunganya.

"Untuk menghindari hutang banyak itu saya melakukan peremajaan sawit sendiri dan tidak menggunakan jasa bapak angkat. Saat ini saya sudah  menumbangkan sawit," terangnya.**(jas)