BENGKALIS -- Proses tender yang dilaksanakan oleh Unit Layanan  Pengadaan  (ULP) Kabupaten Bengkalis pada Tahun Anggaran 2016 diduga ada main, beberapa pengusaha yang ada di kabupaten Bengkalis merasa dirugikan, karena menurut mereka perusahaan yang mereka miliki sudah sesuai standar bahkan sudah dicek sesuai dengan apa yang di persyaratkan, bukan hanya sekali namun berkali kali.

Anehnya menurut sumber ini, setiap perusahaan yang diundang selalu tawaran yang terendah, dan setiap pembuktian selalu tak transparan alias “bekonop”, sementara pihak pemilik perusahaan selalu diberi iming-iming bahkan pihak Pokja yang menangani Paket tersebut tak jarang meminta uang, demikian ungkap Rudi (43) Seorang pengusuha lokal  dikediamannya belum lama ini.

Rudi juga menyesalkan, atas perlakuan yang dilakukan salah seorang Ketua Kelompok Kerja (Pokja) berinisial LE di ULP Bengkalis.

Selain tidak pernah ngantor, juga informasinya adanya pengaturan sistem kotor dilakukan oleh Pokja di ULP Bengkalis dimana untuk proses lelang secara LPSE tersebut hanyalah sebuah formalitas saja. Sebelum masuk tahapan lelang ketua Pokja sudah mengatakan pekerjaan tersebut sudah milik si "A".

"Pekerjaan ini sudah ada si "A" ," ucap Rudi seraya meniru ucapan salah seorang Ketua Pokja berinisial LE kepada media ini Selasa, 9 Agustus 2016.

Dikemukakannya, proses tender tahun 2016 ini  menjadi ajang kecurangan yang menyebabkan seluruh pengusaha yang dianggap dekat atau pandai bermain mata selalu dimenangkan dalam proses tender atau lelang. "Apalagi untuk Tim sukses maupun dari pihak penegak hukum juga diduga dikondisi oleh pihak ULP Bengkalis," Katanya.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, saya ikut tender ada empat paket di dinas PU  namun tidak di undang dan juga beberapa perusahaan yang ikut proses tender bahkan tidak memiliki SBU, tidak terdaftar di LPJK.NET dan bukan sebagai penawar terbaik justru bisa menang, hal ini bukan menjadi rahasia umum lagi kalau panitia atau pokja ikut bermain dalam memenangkan suatu perusahaan tertentu.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada kepala ULP Sefnur tidak ada ditempat, bahkan ketua Pokja berinisial LE  sampai berita ini diterbitkan Kepala ULP tidak dapat dihubungi.**(tim)