PASIR PENGARAYAN -- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI, terkait apakah tahun ini Rohul akan buka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau lebih dikenal dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).
 
Dikatakan Kepala BKD Rohul, Drs Fajar Shidqy, Selasa 23 Agustus 2016, Rohul sendiri sudah 6 tahun tidak melaksanakan penerimaan CPNS. Sehingga rencana penerimaan PNS tahun ini sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat Rohul.
 
Fajar juga menyatakan, penerimaan CPNS untuk peserta umum tahun ini, belum ada kepastian apakah di 2016, perekrutan CPNS dengan peserta dari pelamar umum akan diselenggarakan. 
 
"Karena sampai saat ini, kita belum ada dasar hukumnya, atau surat keputusan dari Menpan RB terkait penerimaan CPNS untuk peserta umum untuk di Rohul. Kita masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Menpan RB," jelas Kepala BKD Rohul, Fajar Sidqi, di kantornya.
 
Menurutnya, sesuai Surat keputusan Menpan RB tertanggal 25 Juli 2016, nomor B/2631/M. PAN-RB/07/7/2016 hal pengadaan ASN tahun 2016. Dimana tahun 2016 ini, pemerintah sangat membatasi penerimaan Pegawai negeri baru dari pelamar umum, terkecuali untuk pengangkatan Dokter, dokter gigi, dan bidan PTT kementerian kesehatan.
 
Termasuk pengangkatan Guru garis depan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tenaga Harian Lepas (THL)- Tenaga Bantu (TB) penyuluhan.
 
"Pengangkatannya dilakukan, setelah lulus seleksi dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT), jadi setelah lulus baru nantinya mereka diangkat menjadi CPNS," kata Fajar.
 
Dalam surat keputusan Menpan RB tersebut, pemerintah pusat mengintruksikan, baik pemerintah Provinsi dan daerah segera melaksanakan re-distribusi pegawai, baik secara internal maupun anatar instasi.  Sedangkan Rohul sendiri, terkait penerimaan Dokter, Dokter gigi, dan Bidan PTT kementerian Kesehatan ada 166 secara keseluruhan yang ikuti seleksi pengangkatan tersebut.
 
Untuk pengangkatan  guru garis depan dan THL- TB penyuluhan‎, pihaknya masih berkoordinasi dengan isntansi terkait, berapa jumlah yang mengikuti seleksi tersebut.
 
‎Fajar juga mengingatkan dan menghimbau, siapa saja, yang mengaku bisa memasukan jadi CPNS ataupun tenaga Honorer itu tidak benar, apalagi harus membayar sejumlah uang. Karena sesuai dengan surat keputusan Menpan RB, untuk CPNS dari jalur umum, penerimaannya untuk sementara tidak ada.
 
"Sudah banyak masuk laporan ke saya, bahkan mengatasnamakan Kepala BKD, bahwa ada penerimaan dan pengangkatan CPNS. Jangan dipercaya, bila mau mendapatkan informasi lebih jelas, agar datang saja ke BKD," imbaunya.
 
Bahkan disebutkan Fajar, banyak modus yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab, mulai dari menelepon dengan mengatasnamakan BKD, datang dengan suruhan BKD, serta mengaku mendapatkan mandat dari BKD untuk penerimaan CPNS.
 
Dimana modus tersebut lanjutnya, agar tidak dipercayai karena itu hanya modus penipuan belaka. Sehingga masyarakat diharapkan, berhati-hati bila mendapati modus seperti tersebut.
 
"Jelasnya, bila ada penererimaan CPNS maka sudah pasti akan diumumkan dan memiliki dasar hukum langsung dari Menpan RB. Sehingga saya imbau agar masyarakat berhati-hati," harapnya.**(lim)