PEKANBARU -- Rektor Universitas Riau (UR) Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, mengukuhkan Tiga orang Guru besar pada Rabu 8 Maret 2017. Dengan pengukuhan tersebut saat ini UR memiliki 57 Guru Besar.

Berikut rangkuman singkat orasi Ilmiah yang disampaikan Tiga orang Guru Besar tersebut.
 
Zuchra Helwani, Dia membawa orasi ilmiah tentang pengolaan produksi bio-briket dari limbah perkebunan dan pengolahan sawit memiliki keunggulan inovatif  yang  dapat beroperasi pada suhu yang relatif rendah, bahan baku yang banyak tersedia dan kualitas produk bahan bakar yang dihasilkan mendekati kualitas bahan bakar batu bara. Demikian pula dengan katalis yang disintesis dari limbah dengan perolehan biodiesel yang cukup baik.

“Dengan keunggulan inovatif yang dimiliki, proses produksi bio-briket tersebut memiliki keuntungan komparatif yang berpotensi menghemat biaya operasi khususnya dari sisi ketersediaan bahan baku yangcukup melimpah. Dari sisi investasi, dibandingkan dengan harga batu bara maka bahan bakar dari limbah perkebunan dan pengolahan sawit membutuhkan biaya investasi yang sangat rendah, efeisiensi energi yang tinggi serta potensi pengembalian investasi lebih cepat,” jelas Zuchra dalam pemaparan pidato Guru Besarnya di hadapan undangan.

Edy Saputra, pada orasi ilmiah guru besarnya, mengangkat tentang aplikasi dalam Pengolahan Air Limbah Industri Untuk Pembangunan Berkelanjutanmaka telah dikembangkan suatu metode pengelohan air limbah industri yang sederhana, yang memodisikasi metode oksidasi kimia Fenton. Metode tersebut hanya mengganti oksidant yaitu Hidrogen peroxide yang sangat umum digunakan dengan Peroxymonosulphate dan Fenton reagent dengan katalis padat (manganese oxide based).

“Untuk tipe katalis yang memiliki struktur kristalin, ternyata lebih aktif dan dan stabil dibandingkan dengan katalis yang memiliki struktur porous, Katalis a-MnO2 one-dimension nanomaterials memiliki performance yang sangat baik dibandingkan ß-MnO2 dan ?-MnO2, Katallis a-Mn2O3 yang memiliki tingkat bilangan oksidasi surface area yang tinggi tidak dapat serta merta memiliki aktivitas yang besar pula, Karena bentuk katalis yang memiliki kristalis facets (001) lebih dominant mempengaruhi aktivitas katalis dibandingkan dengan kaltalis dengan facets (111 dan 001),” jelas Edy.

“Dari temuan series penelitian di atas terlihat beberapa type katalis manganese oxide yang menjanjikan untuk pengolahan limbah organic beracun yaitu a-MnO2 dan a-Mn2O3, Karena memiliki aktivitas yang tinggi dimana dapat mendegradasi organic beracun dalam waktu 15 menit dan konsentrasi limbah sampai 100 ppm, tapi masih memiliki kelemahan dalam reusable, pada tahap tersebut,” terang Edy.