PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Gubernur Riau H Arsaydjuliandi Rachman diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Riau Drs Asrizal MPd menghadiri acara wisuda Sarja dan Program Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR) periode pertama tahun 2018, Sabtu 27 Januari 2018 di venue Voli Indoor UIR.
Mengawali sambutan, Asrizal menyampaikan permintaan maaf Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang tidak bisa secara langsung menghadiri kegiatan tersebut, hal ini dikarenakan pria yang akarab disapa Andi Rachman itu tengah melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Rokan Hulu.
Dikesempatan itu, Asrizal memaparkan bahwa sebagai Perguruan Tinggi (PT) masyarakat Riau, UIR telah menjadi bagian dari penyumbang alumni-alumni berkualitas, yang saat ini telah mengisi banyak posisi penting baik di pemerintahan maupun di sektor swasta.
"Bapak Gubernur minta maaf tidak bisa hadir secara langsung hari ini, karena masih berada diluar Kota dalam rangkaian kegiatan Pemprov Riau yang harus diikutinya," ujar Asrizal.
Dia menyebut kalau jika daerah ingin maju, maka harus melibatkan peran Perguruan Tinggi, karena di Perguruan Tinggi lah terdapat berbagai macam keilmuan dan para peneliti dan juga pakar, yang bisa memberi masukan atau gambaran bagi daerah dalam melaksanakan pembangunan.
Karena itulah menurutnya keberhasilan Perguruan Tinggi dalam melahirkan alumni berkualitas harus didukung dari berbagai aspek, dan yang utama adalah pada Dosen atau tenaga pengajarnya.
"Karena itulah Pemerintah Provinsi Riau dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah pola pemberian beasiswa yang lebih diutama kepada para Dosen, karena dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dosen, maka akan mampu meningkatkan akreditasi Perguruan Tinggi," pungkasnya.
Dia juga menambahkan, Provinsi Riau yang selama ini sangat bergantung pada Sumber Daya Alam yakni minyak, dalam beberapa tahun terakhir mulai mencari alternatif lain dalam mengejar PAD, hal ini dikarenakan SDA Riau yakni dari minyak, semakin berkurang, dan itu disikapi Pemerintah Provinsi Riau dengan mulai mengandalkan sektor pariwisata untuk dikembangkan yang diharapkan bisa menjadi sumber PAD dimasa akan datang.
Pariwisata Riau menurutnya dikembangkan 3 destinasi, yang utama adalah Bono di Kabupaten Pelalawan. Ini akan dikembangkan sebagai kawasan wisata keenam setelah Bali dan lain-lain. Semua ini akan dibiayai oleh APBN Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI.
Kemudian Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi dan Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau. Sementara destinasi lainnya adalah Istana Siak, Candi Muara Talus di Kampar, dan Islamic Center di Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
"Semoga dalam mewujudkan sumber PAD Riau selain minyak dan gas bumi ini pihak Universitas atau Perguruan Tinggi yang ada di Riau ini bisa mengambil peran, karena dalam membangun, tentu kita mengharapkan dukungan dari berbagai pihak," ungkapnya.**(mad)















