Gaungriau.com (PEKANBARU) - Mutu Dalam sebuah Perguruan Tinggi (PT) sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar, karena dengan mutu inilah anak bangsa bisa bersaing dengan oang lain, melalui akreditasi proses menjaga mutu itu dilakukan, makanya UU pendidikan No 12 tahun 2012 pasal 28, perguruan tinggi maupuan prodinya akan di cabut ijazahnya jika tidak berakreditasi,dengan kata lain jangan mewisuda jika tidak terakreditasi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah X Prof. Herri, MBA, dalam kegiatan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Prodi Versi 4.0, Senin 29 April 2019 di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru."kalau tidak bermutu hutang kita bagi alumni dan menjadi beban PT, maka dariitu mutu harus terus ditingkatkan," kata Dia.

Herri menyebut, terdapat 253 Perguruan Tinggi dibawah LLDikti Wilayah X yang meliputi Riau, Sumatera Barat, Kepulauan riau dan Jambi, dengan 900 prodi, dari jumlah tersebut terdapat 250 prodi yang hampir habis akreditasinya, inilah latar belakang sosiasliasi dan BAN PT memberikan sosialisasi instrumen akreditasi versi 4.0.

"Dan Alhamdulillah BAN PT mengabulkan, dan di Unilak ini yang pertama diadakan sosialisi di LLDikti," jelas Herri.

Herri menambahkan, dari jumlah Prodi yang ada tersebut, baru 24 yang terakreditasi A, ini sangat kecil, kenapa demikian, salah satu penyebabnya menurut Herri adalah ketidak pahaman dalam mengisi borang, walaupun sebenarnya subtansi PT itu bagus tetapi data tidak valid, ketika PT tidak valid dan update maka akan dikurangi nilai di akreditasi.

Karena itu, Dia berharap kegiatan yang diikuti lebih dari 147 peserta dari lebih 30 PT yang ada di Riau diantaranya, UIR, PCR, Stikes Hang Tuah, Stikes Awal Bros, Persada Bunda,UPP,AKBID Internasional, StikesDumai, Stikes Pelalawan dan lain lain.

"Kita berharap kegiatan ini akan mampu memberi masukan bagi PT dalam mengisi borang untuk Akreditasi, sehingga kedepan akan lebih banyak lagi Prodi yang terakreditas A di PT wilayah X ini," pungkasnya.

Selain menghadirkan Prof Herri, dalam kesempatan itu juga hadir sebagai narasumber dari BAN PT Universitas Sriwijaya Prof.Dr. Zulkifli Dahlan, MSi DEA dan Dr. Abdurahman Adisaputra M.Hum asesor BAN PT dari univeristas Negeri Medan.**(rls)