Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau, ditengah terus anjloknya harga minyak dunia dan CPO.

Demikian disampaikan Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dalam sambutan tertulisnya diwakili oleh Asisten II Setdaprov Riau Indra SE, saat membuka Rapat Koordinasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) se Provinsi Riau tahun 2019, di Grand Zuri Hotel Pekanbaru, Selasa 24 September 2019.

"Riau selama ini sangat bergantung dari Kelapa Sawit dan Minyak Bumi. Nah, dengan terus merosotnya harga dua produk yang manjdi penunjang pertumbuhan ekonomi Riau selama ini, berakibat pada menurunnya pertumbuhan eknomi Riau," kata Dia.

Karena itulah keberadaan Dana KUR dan UMi seharusnya bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM, sehingga itu juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau. Dan juga diharapkan dapat menjawab berbagai masalah dalam percepatan akses keuangan daerah.

"Pelaku UMKM harusnya bisa memanfaatkan dana yang tersedia untuk menambah modal usaha, sehingga usaha yang digeluti bisa terus berkembang dan secara otomatis akan mampu meningkatkan ekonomi pelaku UMKM. Karena selama ini dana KUR ataupun UMi itu tidak termanfaatkan dengan baik oleh pelaku UMKM, ini yang harus terus kita dorong agar meningkat," ujarnya.

Melalui Rakoor ini Indara berharap akan ada solusi dari pengambil kebijakan yang disampaikan oleh pelaku UMKM, sehingga mereka bisa mudah mendapatkan pinjaman. "Kita berharap regulasi dalam memberi pinjaman kepada pelaku UMKM itu bisa diringankan atau mereka diberi kemudahan, seperti jangan memberlakukan persyaratan yang sulit mereka penuhi dan lainnya. Kita berharap akan ada solusi atau hasil positif dari Rakoor ini," pungkasnya.**(mad)