• Walikota Pekanbaru, Dr. Firdaus MT

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Sebagai upaya untuk percepatan vaksinasi covid-19 terhadap tenaga kesehatan (Nakes). Ahad 7 Februari 2021 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melakukan penyuntikan vaksin terhadap nakes yang dilakukan secara massal.

Penyuntikan massal tersebut dipusatkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. Penerima vaksin merupakan nakes yang bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

Percepatan ini dilakukan kerena proses vaksinasi yang dilakukan Satgas Covid-19 baru berlangsung terhadap 6.900 nakes.

"Total tenaga kesehatan di Riau mencapai 38 ribu lebih. Dari jumlah tersebut, 37 persen nakes berada diwikayah Pekanbaru. Sementara yang sudah divaksin baru 6.900 nakes," ujar Walikota Pekanbaru Firdaus, Ahad 7 Februari 2021 usai meninjau vaksinasi massal.

Dari laporan yang diterima Firdaus, ia mengungkapkan bahwa yang mengalami kendala saat hendak dilakukan penyuntikan vaksin sebanyak 2.300 nakes. Calon penerima vaksin ini mengalami penundaan vaksinasi akibat komorbit atau memiliki penyakit penyerta.

Oleh sebab itu, dari daftar nakes penerima vaksin untuk Kota Pekanbaru, lebih dari 2.000 nakes yang ada Kota Pekanbaru belum mendapatkan vaksinasi. Ia mendorong agar Dinas Kesehatan menggesa proses vaksinasi bagi nakes yang belum divaksin.

"Maka diperlukan percepatan proses vaksinasi ini. Kita berikan pelayanan vaksin di beberapa rumah sakit dan Puskesmas," terangnya.

Pelayanan vaksin ini, dikatakan Firdaus tersedia di 31 rumah sakit dan 21 Puskesmas yang ada di Pekanbaru. Untuk sentral vaksinasi berada di RSD Madani Pekanbaru.

Firdaus berharap, agar vaksinasi tahap awal bagi nakes ini dapat segera tuntas pada bulan Februari ini. Sehingga akan masuk program berikutnya vaksinasi bagi pelayanan masyarakat. Seperti TNI, Polri, Pegawai Pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Proses vaksinasi bagi pelayanan masyarakat ini direncanakan bakal berlangsung pada bulan Maret mendatang. Vaksinasi bagi masyarakat sendiri menurutnya dapat berlangsung hingga tahun depan, mengingat banyaknya penduduk Indonesia.**(saf)