Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Festival Mandi Safar di Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu festival budaya yang telah menjadi tradisi bagi daerah itu yang harus dikembangkan.

Hal itu disampaikan Bupati Bengkalis Kamarni saat membuka festival budaya mandi safar 2021 yang dipusatkan di Pantai Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Rabu 6 Oktober 2021.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana festival mandi safar diperingati dengan meriah dan diisi dengan berbagai kegiatan, tahun ini diperingati secara sederhana karena pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni mengatakan Kabupaten Bengkalis kaya akan sejarah budaya dan peradaban yang harus dilestarikan sebagai pelajaran berharga bagi anak cucu nantinya.

"Kebudayaan dan seni dipandang sebagai salah satu dari dua kekuatan yang mampu menjadi landasan yang kokoh di masa depan, dalam menghadapi era digital saat ini," ujarnya.

Kasmarni mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kawasan wisata, pariwisata di Pulau Rupat. Selain minyak dan gas, salah satu harapan masyarakat Kabupaten Bengkalis adalah sektor pariwisata. Dalam membangunnya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama mengembangkan dan memajukannya.

Dikatakan mantan Camat Pinggir itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berkomitmen dalam menunjang potensi wisata di Pulau Rupat. Hal itu ditunjukkan dengan digesanya pembangunan infrastruktur di Pulau Rupat secara bertahap.

"Saat ini kita juga sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bengkalis yang akan menjadi pedoman utama dalam pengelolaan Pariwisata Kabupaten Bengkalis, sehingga pembangunan destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata di Pulau Rupat, bisa kita wujudkan bersama," papar Kasmarni.

Orang nomor satu di Negeri Junjungan itu mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk bersama berdoa dan berikhtiar untuk Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menunjang pariwisata di Pulau Rupat yang lebih baik ke depannya.**(put)