Gaungriau.com – Persidangan kasus kerusuhan antara warga Kampung Tumang dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Seraya Sumber Lestari (SSL) kembali berlangsung panas di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis 16 Oktober.

Sidang kali ini menghadirkan Bupati Siak, Afni Zulkifli, sebagai saksi. Sejumlah pernyataan menarik mencuat, baik dari majelis hakim maupun dari Afni sendiri yang dikenal sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak.

Ketua Majelis Hakim, Dedy, secara tegas menyoroti peran sosok Paulina, yang namanya kerap disebut dalam perkara tersebut. Hakim menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan legalitas, Paulina tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) di PT SSL.

“Hakim sudah memeriksa semua legalitas perusahaan. Nama direktur tercatat adalah Samuel. Jadi, jika ada nama lain seperti Paulina atau siapa pun, berarti dia hanya makelar,” tegas Hakim Dedy di ruang sidang.

Tak berhenti di situ, Dedy juga menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga memanfaatkan konflik antara masyarakat dan perusahaan demi keuntungan pribadi.

“Jangan jadi anak durhaka di tanah sendiri. Siak itu tanah Melayu, jangan dikotori oleh perbuatan yang memperkeruh keadaan,” ujar Dedy dengan nada tegas yang disambut hening oleh pengunjung sidang.

Sementara, Bupati Afni Zulkifli dalam keterangannya di depan majelis hakim menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan bisnis maupun konflik lahan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Saya hanya ingin menyelesaikan masalah agar tidak terjadi bentrok di lapangan. Tidak ada urusan dengan perusahaan maupun orang yang mengaku sebagai perwakilan,” jelas Afni di hadapan majelis.

Persidangan kasus kerusuhan di PT SSL ini menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat, pengusaha, hingga pejabat daerah. Konflik yang pecah pada 11 Juni 2025 lalu itu menyebabkan kerugian material dan menghambat aktivitas perusahaan di wilayah HTI tersebut.

Majelis hakim dijadwalkan akan kembali memanggil sejumlah saksi tambahan, termasuk nama-nama yang disebut berperan di balik konflik, guna mengungkap lebih jauh siapa sebenarnya dalang di balik kerusuhan yang menimbulkan kegaduhan di “Negeri Istana” itu.(bm)