Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015.
 
Celana Loreng yang disita oleh Sub Denpom ini milik Warga Sipil yang kedapatan dalam operasi Pekan Disiplin TNI di Jalan Sudirman, Kota Dumai. Selain menertibkan Atribut TNI tersebut, Sub Denpom juga meminta kepada puluhan pengendara untuk melepas stiker TNI yang menempel di badan kendaraannya.
 
“Hasil operasi Pekan Disiplin TNI yang merupakan program dari Komando Atas supaya kita menyita satu celana loreng yang digunakan warga sipil serta puluhan stiker TNI yang menempel di badan kendaraan yang kita minta langsung dilepas di lokasi operasi,” beber Komandan Sub Denpom I/3-1 Dumai Kapten CPM Hendra Saputra usai menggelar operasi Pekan Disiplin TNI, Selasa 15 September 2015.
 
Disebutkan Hendra, sejak dimulainya Operasi Pekan Disiplin pada Kamis 10 September 2015, kebanyakan yang melakukan pelanggaran yakni Warga Sipil. “Ya, sudah beberapa kali kita melakukan operasi Pekan Disiplin TNI tahun ini, kebanyakan yang melakukan pelanggaran yakni warga sipil dan rata–rata pelanggaran yang dilakukan ialah menggunakan atribut TNI disaat mereka (warga,red) melaksanakan aktivitasnya,” sebutnya.
 
Sedangkan untuk Prajurit TNI, kata Hendra, bukan tidak ada ditemui saat pelaksanaan operasi, mereka juga kita hentikan selama operasi, namun dari beberapa Anggota TNI yang kita stop saat operasi, mereka semua dalam keadaan lengkap (Administrasi) dan sudah sesuai prosedur satuan ketika Anggota tersebut berada diluar satuan.
 
Karena pelanggar yang banyak ditemui merupakan warga sipil, Hendra menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyalahgunakan atribut TNI, khsusunya menggunakan seragam-seragam TNI disaat masayrakat sedang melakukan aktivitas diluar dan untuk pemakaian stiker-stiker yang berlogo TNI ini, diharapkan juga kepada masyarakat untuk tidak menggunakan atribut TNI tersebut.
 
“Harapan kita ya masayrakatnya sudah Displin. Karena, yang kita khawatirkan dengan penyalahgunaan atribut TNI yang digunakan warga sipil yakni ketika warga sipil melakukan pelanggaran, tentunya akan berdampak kepada satuan kita (TNI,red) dan secara langsung tentunya akan merusak Citra TNI. Untuk itu, sekalai lagi kita mohon kepada masayrakat untuk bisa mengerti akan hal ini,”pintanya.
 
Operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar selama dua minggu di lokasi – lokasi berbeda ini bertujuan untuk mencegah dan menekan tingkat pelanggaran yang dilakukan Prajurit TNI, Menanamkan disiplin berlalu lintas di jajaran prajurit TNI khususnya dan masyarakat pada umumnya sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan berlalu lintas.**(sw)