Gaungriau.com -- Pasca hujan dan angin kencang Senin 14 September 2015 malam lalu kabut asap tebal yang menyelimuti Wilayah Rokan Hilir (Rohil) sempat hilang, namun Rabu 16 September 2015 kabut asap kembali menyelimuti wilayah Rohil khususnya di Kecamatan Bangko.

Dari hal ini Kadisdik Rokan Hilir H Amiruddin mensitruksikan kepada UPTD yang mengatur tentang libur sekolah,"Kalau asapnya membahayakan, liburkan sekolah, tapi begitu kabut asap tidak berbahaya, anak-anak kembali langsung masuk sekolah lagi, tidak ditetapkan jadwalnya. Tergantung situasi dan kondisi.Dan itu tidak serentak seluruh Kecamatan, sebab ada kecamatan yang terkena asap ada yang tidak,"pinta Kadisdik H Amiiruddin saat ditanyakan di Bagansiapiapi.

Terkait Rabu kemarin wilayah Rohil kembali diselimuti asap, Kadisdik mengaku tidak ada menerima laporan dari UPTD.Namun kata H Amiruddin kebijakan itu ditempuh karena situasi sudah tidak kondusif untuk dilaksanakannya proses belajar mengajar.

"Kami mengintruksikan kepada UPTD-UPTD Dinas Pendiidkan yang berada di kabupaten Rohil. Kalau asap begitu tebal dan membahayakan kesehatan anak-anak, sekolah boleh diliburkan,"katanya.

Seminggu yang lalu, sambungnya, pihaknya telah mengintruksikan kepada UPTD yang berada di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan dan Tanah Putih Sedingginan serta sekitarnya, agar meliburkan siswa/siswa sekolah akibat asap di daerah itu begitu tebal, sehingga bisa mengancam kesehatan anak-anak.

Amiruddin juga meminta kepada anak sekolah, jika tidak ada hal-hal mendesak agar tidak beraktifitas di luar rumah. Terlebih bagi anak-anak usia balita maupun sekolah, agar tetap berada di dalam rumah. Karena hakekat dari meliburkan sekolah, tujuannya agar anak-anak tidak beraktivitas di luar rumah.

"Masalah ini perlu kami ingatkan, karena kabut asap ini memberikan dampak negatif bagi kesehatan, seperti gangguan pernapasan maupun ISPA," sebutnya.

Kepala Dinas juga meningatkan bagi sekolah-sekolah telah meliburkan siswanya, sewaktu sekolah masuk nantinya agar melanjutkan pelajaran yang tertinggal.**(Zai)