• Marsiaman Saragih

Gaungriau.com -- Anggota DPR dari pemilihan Riau Marsiaman Saragih menyayangkan langkah anggota DPRD Provinsi Riau yang tetap memaksakan perjalanan dinas ke luar negeri tanpa mengindahkan kondisi di daerahnya.

Kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa yang sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya, sejatinya tidak harus dipaksakan untuk berangkat di tengah situasi dalam kondisi bencana asap.

“Saya sangat menyesalkan kunker itu. Kalau sudah direncanakan tahun lalu, tidak harus dikerjakan tahun ini. Tak akan kiamat dunia ini, karena (kunker-red) ke luar negeri bisa ditunda, “ ujar Marsiaman Saragih di gedung DPR Jakarta, Senin 21 September 2015.

Ditegaskan politisi PDI Perjuangan, mestinya rekan-rekannya di provinsi Riau itu juga dilihat seberapa besar urgensi perjalanan dinas ke negara-negara Eropta tersebut. “Orang-orang teriak kena asap, mereka malah pergi ke luar ngeri. Delay kan bisa. Seberapa perlunya atau mendesaknya sih kunjungan ke luar negeri, “ ujarnya.

Marsiaman berpendapat langkah legislator provinsi Riau yang memaksakan tetap berangkat kunker ke luar negeri itu sebagai wujud tipisnya sense of crisis. “Sebagai wakil rakyat, mereka tak memiliki rasa empati terhadap rakyatnya.

Beberapa anggota Komisi A yang dikabarkan berangkat ke Jerman. Sebelumnya juga disusul komisi B juga melakukan kunker ke negara Norwegia.

Sebelumnya FITRA Riau juga mengkritisi anggota legislator provinsi Riau yang menelan anggaran perjalanan dinas mencapai Rp45Miliar. Dari angka tersebut, sebanyak Rp 7,3 miliar digunakan untuk perjalanan dinas kunjungan kerja (Kunker) ke luar negeri.

Salah satunya diduga telah digunakan Komisi B DPRD Riau untuk berangkat ke Norwegia. Perjalanan tersebut dinilai tidak etis mengingat kondisi Riau yang tengah diselimuti kabut asap dan juga ekonomi yang tengah lesu.**(bam)