BANGKINANG KOTA -- Makna Hijrah adalah “berpindah” dalam segala hal yang bersifat maksiat. Apapun bentuk maksiatnya, pergi dari pekerjaan maksiat menuju kepada hal yang positif dan memulai pada kehidupan kebaikan dalam mendekatkan diri serta meminta ridho kepada Allah Swt.

Demikian dikatakan Bupati Kampar  Jefry Noer,  ketika menjadi nara sumber pada acara Seminar sehari dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam atau 1 Muharam di Balai Bupati Kampar, Senin 12 Oktober 2015.

Jefry Noer dalam pemaparan materinya menyampaikan Kita masih banyak menganggap bahwa zaman Jahiliyah telah lewat, sesungguhnya sekarang Jahiliyah lebih jahat,  yang kita sebut Jahiliyah modern, Jahiliyah zaman dulu menampakkan perbuatannya secara terang-terangan, tetapi zaman Jahiliyah modern perbuatan maksiat selalu berlindung dibalik nama agama.

Berbeda zaman Jahiliyah dulu dan sekarang terletak kepada bentuk nyata perbuatannya, Jahiliyah modern selalu melaksanakan ibadah yang perintahkan Agama,  tetapi selalu juga melakukan perbuatan maksiat juga. “Kita wajib bertanya Bertanya kepada diri kita,  kita termasukkah kepada Jahiliyah modern”. ujar Jefry Noer.

Dijelaskannya, Bagaimana cara kita lepas dari Jahiliyah modern yakni  pertama ingat akan kematian.”Cepat atau lambat kematian pasti menjelang”tegasnya.

Kemudian Hijrah dari tempat maksiat, atau menghindari tempat dan perbuatan maksiat itulah cara menghindarkan diri dari sifat Jahiliyah Modern serta yang ketiga menjemput Hijrah dengan cara meninggalkan kebiasaan lama yang maksiat untuk pergi ke perbuatan yang baik.

Untuk Hijrah kepada hal yang baik harus dengan paksaan diri sendiri,  tidak ada formulasi khusus untuk mencari cara mudah untuk Hijrah,  melalui pemaksaan terhadap diri sendiri dan mengajak keluarga serta yang paling utama adalah memperbaiki kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.