• H Heru Wahyudi

BENGKALIS -- Sejumlah anggota DPRD Bengkalis bulat suara menolak rencana pembukaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di pulau Bengkalis oleh PT Rokan Rimba Lestari (RRL). DPRD bahkan siap berada di barisan terdepan bersama masyarakat. Penolakan terhadap rencana pembukaan HTI P RRL di Bengkalis merupakan marwah ata harga diri DPRD Bengkalis.

Kenyataan tersebut terungkap ketika Pimpinan DPRD, H Heru Wahyudi bersama Wakil Ketua, H Indra Gunawan P.HD, Ketua Komisi II Syahrial ST, Fraksi Gabungan, Irmi Syakip Arsalan S.Sos, Ketua Fraks PAN, Zamzami SH, anggota Fraksi PAN, Abdul Kadir S.Ag dan Ita Azmi, menerima kedatangan Aliansi Masyarakat Bengkalis-Bantan Tolak PT RRL, Selasa 17 Nopember 2015.

Mengawali pertemuan tersebut, Heru mengatakan, bahwa pertemuan itu bukan untuk mengambil sebuah keputusan. Pihaknya hanya menerima aspirasi dari masyarakat yang tergabung dalam aliansi tolak PT RRL, lalu membahasnya di internal dewan untuk kemudian diambil langkah-langkah, apakah membentuk Pansus, Panja atau lainnya.

Ketua Aliansi Masyarakat Bengkalis-Bantan Tolak PT RRL, Tarmizi menyampaikan, ketenangan dan kenyamanan masyarakat saat ini mulai terganggu dan mereka mengaku sangat resah, ketika mengetahui adanya klaim dari pT RRL bahwa ada lahan atau perkebunan mereka masuk kawasan HTI.

Tidak hanya perkebunan, sebagian rumah-rumah masyarakat juga diklaim masuk kawasan HTI PT RRL. “Bagi kami, persoalan ini sangat-sangat serius dan meresahkan. Terus terang sejak persoalan ini muncul beberapa bulan lalu, sebagian warga menjadi sulit tidur, mereka kawatir kalau-kalau kebun yang sudah mereka kelola puluhan tahun tiba-tba raib  karena masuk konsesi HTP PT RRL,”sebut Tarmizi.