• Beginilah kondisi bagian depan kantor bupati paska terbakar. Rencana pembangunan menuai pro kontra di masyarkat dan DPRD Inhil.

TEMBILAHAN - Pasca terbakar Kantor Bupati Inhil beberapa waktu lalu, sistem pelayanan publik sefikit terganggu. Untuk peningkatan pelayanan, tidak salah kalau ada rencana pembangunan Kantor Bupati baru di lokasi yang sama.

"Semua pihak meski mengedepankan kejernihan dan kearifan berpikir dalam menyikapi polemik rencana pembangunan Kantor Bupati. Tengoklah kepentingan yang lebih luas, jangan mengedepankan ego pribadi dan golongan," kata Wahyu Yudistira tokoh pemuda Inhil kepada media ini, ahir pekan kemarin melalui telphon selulernya.

Wahyu menambahkan, mereka yang setuju dan menolak sama-sama memiliki argumen yang kuat. Hanya saja untuk kasus ini, kita harus mengedepankan kepentingan daerah terlebih dahulu, terutama menyangkut pelayanan publik.

Lihat sendiri tambah Wahyu, bagaimana kondisinya Kantor Bupati paska terbakar. Warga sendiri malas untuk datang kesana, kalau tidak penting sekali. Persoalan itu tentunya berdampak kurang baik pada peningkatab pelayanan publik.

"Untuk segi keamanan, Kantor Bupati sekarang jelas tidak layak. Pecahnya kaca pelindung akibat kebakaran, membuat keamanan sangat rawan. Bagaimana kalau ada aset penting seperti dokumen yang diambil, siapa yang harus bertanggung jawab," tukas Wahyu.

Selain itu Kantor Bupati dan adalah ikon daerah, disamping kantor lainnya seperti DPRD. Wajah Inhil, paling tidak tergambar dari keberadaan kantor tersebut. Kita tidak membayangkan kalau ada tamu dari luar yang mengkritisi persoalan ini.

"Jangankan mengurus daerah, mengurus diri sendiri saja tak bisa. Misalnya saja Kantor Bupat, lihat saja kondisinya bagaimana. Kalau ada yang mengatakan seperti itu, kita harus jawab apa," kata Wahyu. ** (suf)