TEMBILAHAN -- Publik Indragiri Hilir (Inhil) menuntut komitmen Tim Pansel assesmen Sekdakab Inhil, terkait janji mereka untuk bekerja dengan profesiona dan tidak tunduk oleh tekanan dari pihak manapun.

Harapan masyarakat ini, tidak terlepas dari adanya isu keberpihakan Tim Pansel dan tekanan dari salah satu pihak untuk menggolkan salah seorang calon Sekda.

Ditambah lagi, orang-orang yang duduk di Tim Pansel Assesment Sekda Inhil, tidak terlepas dari peran seseorang yang saat ini lolos untuk mengikuti seleksi assesmen tahap III-IV

"Kondisi yang terjadi sangat memungkinkan adanya keberpihakan Tim Pansel kepada salah seorang calon. Jadi wajar saja, kalau masyarakat meragukan kredibitas kerja mereka," ujar Firmansyah Ketua LSM PERAN, kepada media ini, Jumat 20 Nopember 2015.

Ditambah lagi adanya ketertutupan Tim Pansel terkait hasil tes pertama yang dilakukan Polda Riau belum lama ini. Pansel tidak mengumumkan ke publik siapa yang memperoleh peringkat terbaik dalam seleksi awal tersebut.

"Kalau kita mau memilih sekda yang terbaik untuk Inhil, umumkan saja ke publik. Itu akan menghilangkan persepsi negatif publik kepada Tim Pansel " tambahnya.

Sementara itu Ketua Tim Pansel, Prof Sujianto kepada media ini beberapa waktu membantah isu keperpihakan mereka kepada salah seorang calon sekda.

"Kita bekerja profesional dan tidak akan tunduk dari tekanan pihak manapun. Jadi tidak benar isu kita telah dikondisikan untuk meloloskan salah seorang," tegasnya.

Ia menambahkan, seleksi yang kita lakukan sipatnya terbuka. Untuk itu silahkan kepada seluruh kandidat Sekda untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang mereka miliki.

Terlepas siapa yang benar, nantinya akan diketahui saat Sekdakab Inhil diumumkan kepp Publik oleh Bupati inhil. Apakah Tim Pansel atau opini yang berkembang dimasyarakat saat ini.**(suf)