DUMAI -- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Riau menggelar Pertemuan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di gedung Pendopo Sri Bungatanjung Dumai, Selasa 17 Nopember 2015.
 
Sebanyak 500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat Dumai mengikuti kegiatan yang menghadirkan narasumbher dari Komisi IX DPR RI, Khairul Anwar dan Balai Besar POM  Provinsi Riau itu.
 
Penjabat Walikota Dumai H. Arlizman Agus dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Disprindag Kota Dumai Zulkarnaen menyebutkan, bahwa masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami dan mengetahui produk obat dan makanan yang aman dikonsumsi menyebabkan sering terjadinya ganguan kesehatan penggunanya.
 
Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain; masih adanya produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, aneka ragam jenis obat dan makanan yang sangat luas, terbatasnya tenaga pengawas dan penyuluh yang kompoten, kurangnya pengetahuan dan atau kepedulian produsen (khususnya industry kecil) maupun konsumen terhadap mutudan keamanan produk serta masih rendahnya kesadaran konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat dan bermutu.
 
“Untuk meminimalisir peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan diperlukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar. Diharapkan dengan maksimalnya pengawasan terhadap obat dan makanan maka menurunkan jumlah kejadian akibat penggunaan obat dan makanan,” ujarnya.