• Habib Nur

BAGANSIAPIAPI -- Sejumlah petani dari Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir, kecamatan Bangko mendatangi DPRD. Maksud kedatanngan 10 orang petani ini adalah meminta untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah, karena selama tiga tahun tidak pernah mendapat bantuan.

Terkait komisi yang membidangi, Komisi B langsung menerima kedatangan mereka di ruang kerja. Hadir didalamnya Wakil Ketua DPRD, Abdul Kosim, Ketua Komisi B Hendra ST, Wakil Ketua Habib Nur, kemarin.  

Petani, Syahrudin mengakui benar adaya bahwa selama tiga tahun tidak pernah diperhatikan pemerintah daerah dalam urusan pertanian. “Kami tidak diperhatikan untuk pertanian ini, sering kali kami ajukan proposal, namun uluran tangan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan tidak peduli,” kata Syahrudin.

Diakuinya lagi, sebanyak tiga kali mengajukan proposal tak satupun yang digubris, kenyataannya sampai saat ini tak satupun bantuan tersalurkan untuk lahan pertanian mereka. “Terkait ini kami tidak senang, sebab dan kami mencoba mengadu ke DPRD yang membidangi karena perlu diketahui pertanian di Bagan Jawa Pesisir salah satu pertanian yang cukup besar,” ungkapnya.

Masih kata Syahrudin, baru-baru ini menjadi dilema terberat bagi petani Bagan Jawa Pesisir adalah padi mereka dilanda pasang, karena kunci air yang dibuat tidak layak pakai. “Habis padi kami, semua rugi dalam kondisi yang saat ini,” katanya.

Menyikapi itu, Wakil Ketua DPRD Abdul Kosim SE mengatakan, pihaknya telah mendorong pemerintah untuk memotivasi petani agar teta bertahan pada penanaman padi. “Kita terus dorong pemerintah untuk swasembada pangan (padi) di Rohil dan meminta anggaran untuk Dinas Pertanian dan Peternakan ditambah,” jelas Abdul Kosim.

Tidak hanya itu, tambah Abdul Kosim, pemerintah juga harus membeli gabah petani yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sementara, Ketua Komisi B, Hendra ST mengatakan, ada dua apsirasi petani yang patut diperjuangkan, pertama ketika pasca cocok tanam, petani memerlukan irigasi,perbaikan kunci air (pintu air), pompa air serta bibit dan lainnya. kedua, pasca panen  membutuhkan rice millinhg, combine harvester, dan akses jalan usaha tani. “Inilah kebutuhan petani yang harus dipenuhi jika pemerintah bertekadd menjadikan Rohil sentral padi,” sebut Hendra.

Disamping itu, Habib Nur menawarkan kepada petani kalau diirinya siap mengawal petani untuk mendapatkan bantuan. “Jika mengajukan proposal ke Dinas Pertanian dan Peternakan, agar mengkonsultasikan juga ke DPRD, kita akan kawal nanti,” tutupnya.**(Adv/Us)