TELUKKUANTAN -- Sejak diumumkannya harga Bahan Bakar Minyak terutama Premium dan Solar pada 5 Januari yang lalu ternyata belum diikuti oleh para pengecer. Kondisi tersebut hampir disetiap daerah di Kuantan Singingi (Kunsing) terutama di pelosok desa mayoritas belum mengikuti penurunan harga. 

Contohnya di daerah Teluk Kuantan Benai dan Kenegerian kopah dimana harga yang dipasarkan kepada pembeli masih harga yang lama yakni Rp 9000 per liternya, padahal pemerintah telah menurunkan harga dari Rp7.400 per liter menjadi Rp 6.650 per liter.

"Padahal, harga bensin sudah turun sejak kemarin. Tapi pada hari ini bensin di tingkat pengecer masih Rp9.000 per liter," ujar eko, salah
seorang warga Kopah kepada wartawan Rabu 6 Januari 2016 pagi di Telukkuantan.

Ketika hal tersbut dikompermasikan kesalah seorang pengecer, mereka mengaku menjual masih dengan harga lama, karena yang dijual masih BBM yang mereka beli dengan harga lama.

"Kami masih menjual bensin seharga Rp 9000 perliter karena bensin yang kami jual tersebut merupakan hasil pembelian pokok lama sebelum penurunan, tetapi setelah bensin yang lama telah habis maka untuk selanajutnya pengecer akan menurunkan harga sesuai dengan kepatutan," ujar Udin salah seorang pengecer minyak.

"Kami akan jual dulu sesuai harga lama, jika pembelian selanjutnya, kami akan turunkan harga," sambungnya.

Hal yang sama juga disampaikan Supar, warga kopah yang merupakan pedagang eceran BBM menyebutkan mengaku menjual bensin dengan harga Rp9.000 per liter karena masih modal lama.

"Ini modal lama, Bang. Kalau dijual dengan harga Rp8.000 per liter, malah saya tak dapat untung," ujarnya.**(zal)