• Jhon Romi Sinaga

PEKANBARU -- Anggota komisi III DPRD Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga, meminta pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru untuk bisa memfasilitasi generasi muda dengan memberi keterampilan dan pelatihan skill. Hal tersebut menyusul dibukanya MEA (masyarakat ekonomi asean) yang akan mempengaruhi perekonomian daerah.

"Dibukanya MEA persaingan akan semakin ketat, ini bukan cuma soal perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional sangat dibutuhkan," ucap Romi kepada wartawan, Kamis 21 Januari 2016.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, dengan adanya sejumlah sekolah kejuruan di Kota Pekanbaru yang mampu membentuk keterampilan anak-anak remaja untuk dapat langsung terjun ke dunia kerja sudah cukup baik. "Namun tetapi tidak semua remaja kita kan SMK. Ada yang SMA. Yang jadi masalah itu mereka yang punya kesempatan menyambung ke sarjana. Nah, di sini peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan," tuturnya.

Untuk itu salah satu yang diperlukan adalah dengan memberi pelatihan skill kepada para remaja. "Di Pekanbaru kan banyak gedung-gedung yang bisa digunakan untuk dijadikan tempat sarana pelatihan, seharusnya ini bisa dimanfaatkan. Tapi sampai hari ini kita tidak pernah tahu ada tidak program pelatihan skill remaja tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta Pemko Pekanbaru bisa memberi alternatif terutama solusi dan menggunakan APBD tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik daerah. Namun memperhatikan sumber daya manusia yang ada. 

"Kita harus sadari, Pekanbaru ini kan tidak punya sumber daya alam. Namun kita harus punya sumber daya manusia untuk mengimbangi hal tesebut. Dan itu kalau bisa dikelola dengan baik, jadi kekuatan tersendiri bagi Pekanbaru, dalam menciptakan generasi-genarasi aktif dan kreatif," terangnya.

Disamping itu Romi berpesan kepada remaja-remaja di Pekanbaru untuk berani mengambil langkah positif agar masa depan mereka lebih ter arah dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

"Remaja harus menyadari, semakin maju suatu daerah maka akan semakin diperlukan tenaga kerja yang profesional," pungkasnya.**(dwi)