PEKANBARU -- Pada zaman sekarang ini, seseorang tidak hanya harus memiliki kepintaran dalam menghadapi kerasnya persiangan di dunia kerja, adanya hubungan yang baik dan kemampuan berintekarsi yang baik ditengah lingkungan sosial kemasyarakatan juga sangat diperlukan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman diwaliki oleh Plt Sekda Provinsi Riau Abdul Yafiz saat menghadiri wisuda Sarjana ke 68 dan wisuda Program Pasca Sarjana (PPS) ke 31, periode pertama tahun 2016, Sabtu 30 Januari 2016, di GOR Volly Indor kampus UIR.

"Karena itu, UIR tidak hanya dituntut untuk mampu terus menghasilkan SDM berkualitas, tapi juga perlu meningkatkan kerjasam dengan berbagai pihak, sehingga terjalin hibungan yang baik, hingga nantinya akan bisa memberi kemudahan bagi para alumni untuk diterima bekerja," kata Dia.

Dia juga menyebut bahwa UIR selama ini memang telah mampu menghasilkan alumni-alumni berkualitas, hingga beberapa diantaranya telah menjadi bagian dari pemerintah dalam mensukseskan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi riau.

Karena itulah, Pemprov Riau terhadap Perguruan Tinggi yang ada, tidak hanya UIR, terus berupaya memberikan bantuan dari berbagai hal, hingga bisa terus meningkatkan kuliatas para civitas akademika. "Dengan semakin meningkatkan kualitas Civitas Akademikia, maka SDM atau alumni yang dihasilkan juga akan berkualitas," ujaranya.     

Sementara, rektor UIR Prof Dr H Detri Karya SE MA, mengatakan, saat ini bangsa Indonesia berada pada Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kawasan bebas bagi  keluar masuknya barang, investasi, tenaga kerja terampil dan modal. Perguruan tinggi di Indonesia harus siap bersaing dengan perguruan tinggi lain di Negara ASEAN, mempersiapkan lulusan yang memiliki skill dan keterampilan baik bidang ekonomi, sosial budaya, teknologi dan lingkungan.

"Khusus di UIR, kita terus meningkatkan SDM dosen dan karyawan, pengembangan Teknologi Infromasi, Infrastruktur, fasilitas laboratorium, meningkatkan relasi dengan berbagai lembaga pusat baik dalam negeri maupun luar negeri," kata Dia.

Detri menyebut, selama tahun 2015, UIR telah merealisasikan bantuan biaya pendidik para dosen sebesar Rp 2,5 M. "Alhamdulillah saat ini jumlah dosen UIR yang berkualifikasi pendidikan S3 sebanyak 63 orang, 8 orang diantaranya adalah gurubesar dan saat ini dosen UIR yang sedang mengikuti studi S3 sebanyak 70  orang. 2 orang di antaranya sudah selesai yaitu saudara Dr Ir HT Edi Sabli, MSi dan saudara Dr Ir Ujang Paman MAgr kami ucapkan selamat dan sukses buat saudara dan keluarga," ujar Dia.

Dilain itu, Detri juga menyebut bahwa UIR baru selesai melaksanakan pelatihan dosen untuk menyusun proposal penelitian yang layak di danai oleh Dikti yang intrukturnya di datangkan dari TIM penilai proposal penelitian Dikti.

"Alhamdulillah dalam waktu dekat ini sejumlah dosen UIR akan mempersentasikan makalahnya di tingkat Internasional. Selain itu UIR juga di tujuk sebagai tuan rumah pertemuan pimpinan PTS Islam seluruh Indonesia  pada tanggal 24 maret 2016 yang akan datang," ungkapnya.**(mad)