• Roni Amriel SH

PEKANBARU -- Permasalahan menumpuknya sampah di beberapa ruas di jalanan kota Pekanbau tampaknya tidak kunjung tuntas ditangani. Padahal penanganan persoalan sampah sebagiannya sudah dikelola langsung oleh pihak swasta, dalam hal ini PT Multi Indah Guna (MIG).

Salah satunya yang terjadi di Jalan Pemuda kelurahan Tampan kecamatan Payung Sekaki. Sampah tampak berceceran di kiri jalan menuju Jalan Siak II.

Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru akan segera memanggil kembali pihak PT. MIG dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru.

"Kita akan jadwalkan evaluasi kembali tentang pengelolaan sampah ini. Kemungkinan dalam beberapa hari kedepan, kita jadwalkan hearing bersama DKP dan PT MIG," ucap Roni Amriel SH, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rabu 10 Februari 2016.

Seharusnya ujar Politisi Golkar ini, tidak ada lagi permasalahan sampah dengan dikelola oleh swasta. Dimana kemarin ditergetkan sampah yang semula terangkut 200 ton dengan dikelola swasta ini bisa 600 ton sesuai dengan perkiraan volume sampah yang beredar di Pekanbaru.

Bahkan menurut Roni, untuk mengukur parameternya sangat sederhana, yakni dengan melihat tumpukan-tumpukan sampah diwilayah yang dikelola oleh pihak swasta tersebut.

"Yang dikeluhkan saat ini memang masih banyak tumpukan sampah terutama dikawasan yang dikelola oleh pihak swasta, selain itu menurut kita perlu juga peran SKPD leading sector untuk sosialisasi waktu pengangkutan sampah supaya tidak lagi sampah bergantungan dan bertumpukan," ucap Roni.

Disamping itu Roni sangat menyayangkan tidak padunya kerjasama DKP dan pihak swasta dalam menangani persoalan sampah, sehingga mesti telah menelan anggaran dari APBD sebesar 53 Miliar masalah sampah tidak kunjung tuntas.

"Seharusnya dengan anggaran sebesar itu masalah sampah harus tuntas. Kalau tetap masih terjadi penumpukan sampah wajar masyarakat mengeluh," pungkasnya.**(dwi)