PAGARANTAPAH -- Desa Pagaran Tapah Darussalam dan Kembang Damai yang berada di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu terkesan dianak tirikan oleh pemerintah. Pasalnya, di dua desa tersebut sejak beberapa tahun ini pembangunan di bidang infrastuktur bisa dikatakan tidak ada.

Seperti perbaikan, jalan mulai Desa Pagaran Tapah Darussalam sampai Desa Kembang Damai yang sudah bertahun-tahun kurang perhatian dari pemerintah. Padahal, dari dua desa tersebut merupakan penyumbang PAD Rokan Hulu di bidang perkebunan serta merupakan akses masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan ke pabrik.

Demikian disampaikan warga Desa Kembang Damai, Imran, Kamis 18 Februari 2016. Katanya lagi, kurangnya perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut sangat mengganggu aktifitas masyarakat yang tinggal di pinggiran jalan, karena bila musim kemarau mobil-mobil truck yang melalui jalan tersebut membuat debu beterbangan dan terhirup masyarakat yang di sekitarnya.    

Selain itu, katanya lagi masyarakat di daerah itu yang mayoritas petani perkebunan sangat kesulitan melalui jalan yang rusak untuk membawa hasil perkebunannya menuju pabrik, apalagi di musim penghujan sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang berlobang digenangi air membuat pengendara sering terjebak.

Padahal katanya, di daerahnya juga turut menyumbangkan PAD untuk Kabupaten Rokan Hulu, akan tetapi untuk hasilnya masyarakat tidak ikut menikmatinya. “Kami di sini juga warga Rohul, jadi pemerintah hendaknya jangan ada anak tiri anak kandung untuk membangun daerah,” tegasnya.

Lebih dalam, ia mengharapkan kepada bupati terpilih Kabupaten Rokan Hulu, H Suparman-Sukiman untuk memperhatikan pembangunan ke desa-desa, karena sambungnya perekonomian di kota tidak akan berjalan bila desa yang ada tidak dapat dibenahi. “Sesuai janji politik Pak Suparman kencang membangun desa, hendaknya sampai juga ke daerah kami ini, agar perekonomian masyarakat juga dapat berjalan lancar,” harapnya.**(her)