PEKANBARU -- Siswi Sekolah Luar Bias Sri Mujinab Pekanbaru Claudia Fritsca mampu menunjukkan kalau keterbatasan yang dimiliki bukan menjadi halangan baginya untuk mengukir prestasi.

Malelui Lomba Literasi Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) tingkat nasional di Bangka Belitung 5-9 Maret lalu, claudia mampu meraih juara pertama sekaligus menyumbangkan medalai Emas untuk Provinsi Riau pada cabang Synopsis tingkat SMPLB. 

Claudia tidak sendiri saat mewakili Riau di ivent yang baru tahun ini dilaksanakan tersebut, ia bersama dua Siswa SLB lainnya yang berlomba pada cabang mendongeng dan cerpen, yang masuk 12 besar.  Mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kedatangannya bersama rombongan pun langsung disambut haru dan bangga oleh Kepala UPT P2PAUDNi Disdikbud Riau Abdul Kadir dan jajaran, Kamis 10 Maret 2016.

Abdul Kadir mengaku bangga akan capaian yang diraih Claudia pada ivent nasional ini, dan Dia berharap akan ada lagi siswa-siswi Riau yang mengikuti berbagai ivent ditingkat nasional tahun ini mengukir prestasi seperti yang diraih Claudia.

"Untuk tahun ini merupakan yang pertama iven nasional diadakan, dan Alhamdulillah kita mampu meraih medali Emas. ini tentunya sangat membanggakan, dan kepada Claudia tentu akan ada reward. Kita berharap siswa-siswi kita yang berlomba ditingkat nasional untuk jenis-jenis lomba lainnya tahun ini juga akan mampu mengukir prestasi, terlebih tahun lalu kita sangat minim prestasi, mudah-mudahan ini awal yang baik untuk prestasi kita ditingkat nasional tahun ini," harap Kadir.

Kepala Bidang PK PLK Disdikbud Riau, Sri Petri Haryanti juga merasa bangga atas prestasi yang didapatkan oleh Claudia. Atas prestasi itu, Petri pun menegaskan Disdikbud Riau juga akan memberikan reward kepada yang bersangkutan.

"Dari kami (Disdikbud Riau) nantinya juga ada reward. Tentu kami sangat bangga atas prestasi tersebut, mudah-mudahan ke depannya prestasi itu bisa semakin ditingkatkan," sebutnya.

Menurutnya, selain Claudia, dua utusan lain yang mewakili Riau di ajang Lomba Literasi PK-PLK tingkat nasional di Babel adalah Ariani Nisma Putri, siswi SLBN Bangkinang, Kabupaten Kampar dan Mardiah Hayati siswi dari SLB Cendana Duri, Kabupaten Bengkalis. Namun sayang, keduanya gagal keluar sebagai tiga besar dan hanya bertengger di 12 besar secara nasional.

Sementara, Claudia yang ditemui mengaku sangat bangga dan surprise atas prestasi yang diraihnya. "Surprise banget buat saya, bangga, apalagi inikan (Lomba Literasi PK-PLK tingkat nasional) baru pertama kalinya diadakan di Indonesia," kata Claudia.

Claudia mengaku bahwa di ajang lomba literasi tersebut, dirinya menulis sinopsis berjudul 11 Patriot yang dipelajarinya dari novel karangan Andrea Hiranda. Berjuang mati-matian untuk mengalahkan para peserta dari provinsi lain, usaha kerasnya itu pun tak sia-sia. Sinopsis yang dibuatnya itulah yang kemudian mengantarkannya keluar sebagai juara I sekaligus mengharumkan nama Riau dikancah nasional.**(mad)