PEKANBARU -- Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, sebagian besar guru sekolah menengah ke bawah tidak dapat pindah ruang golongan dari IVa ke IVb akibat dari ketidakmampuan guru dalam membuat karya ilmiah yang merupakan persyaratan utama untuk pindah ruang tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disikbud) Riau Dr H Kamsol saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Jurnal Karya Tulis Ilmiah se Provinsi Riau, Kamis 25 Februari 2016 malam, di Hotel New Hollywood, Pekanbaru.

Dikatakan, saat ini kemampuan guru dalam meneliti dan menulis masih tergolong rendah, dilain pihak guru dituntut memiliki kompetensi profesional, yaitu menulis karya ilmiah hasil penelitian dibidang pendidikan.

"Padahal, seiiring dengan kemajuan zaman dan sumber daya yang memiliki rasa keintelektualan, kreatifitas inovatif dan berakhlak mulia yang cukup berpotensi, kita dapat menggunakan keilmuannya dalam kehidupan masyarakat. Rasa keintelektuaan dan kreatifitas inovatif itu dapat kita wujudkan melalui menulis," kata Kamsol.

Dia menyebut, atas dasar tuntutan profesionalisme guru dan mengatasi hal itu, diperlukan suatu pola pembinaan guru melalui pelatihan penelitian dan penulisan karya ilmiah secara aktif.

"Karena melalui menulis, kita dapat menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk penulisan artikel dan karya ilmiah yang merupakan kebutuhan bagi ilmu pendidikan yang selalu mengalami perkembangan dan kemajuan," ujarnya.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Informal (UPT P2PAUDI), Drs Abdul Kadir dalam laporannya menjelaskan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian yang sistematis berdasarkan metode ilmiah untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang timbul sebelumnya.

"Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh ilmu bagaimana menulis karya ilmiah yang baik dan benar, dan dapat mempraktekkannya," ujar Kadir.

Kepada peserta Dia juga berpesan agar dapat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan serius, karena akan dilakukan penilaian oleh panitia, bagi yang tidak serius tidak akan diberikan sertifikat pelatihan.

"Kita ingin menanamkan kedisiplinan kepada peserta, jangan bermalas-malasan mengikuti kegiatan ini, karena itu akan ada tim yang melakukan penilaian nantinya, sehinga jika ditemukan peserta yang tidak serius, maka tidak akan diberi sertifikat," pungkasnya.**(mad)