• Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Dr H Kamsol menyampaikan sambutan.

PEKANBARU -- Petugas pengamanan/pengawasan pencetakan naskah Ujian Nasional (UN), SMP/MTs, SMPLB, Paket B, SMA/MA, SMK, SMALB dan Paket C tahun pelajaran 2015/2016 diambil sumpahnya.

Pengambilan sumpah dan pengukuhan petugas percetakan ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Dr H Kamsol.

Ikut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan Jumat 29 Januari 2016 sore diaula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, perwakilan dan aparat kepolisian, Ombusdman, Inspektorat, LPMP dan sejumlah pejabat esselon dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Kamsol menyebut perusahaan pemenang tender penggandaan soal UN ini merupakan perusahaan yang melalui proses lelang, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Kepada petugas yang telah diambil sumpah dan dikukuhkan, Kamsol mengingatkan agar tidak main-main dalam sumpah yang telah diucapkan, karena kalau dijumpai ada yang membocorkan, maka akan ditindak dengan tegas oleh aparat kepolisian.

"Jika ada saat ini yang tidak bisa hadir, maka mereka harus juga diambil sumpahnya, karena yang digandakan ini merupakan dokumen negara, jadi ini tidak bisa main-main," tegasnya.

Kepada pihak percetakan, Kamsol berpesan agar dapat bekerja sesuai dengan waktu atau scedul yang telah ditetapkan, dengan demikian, maka jika dijumpai ada soal yang rusak atau yang salah bisa dilakukan perbaikan.

"Semua yang bekerja, akan diawasi oleh pihak kepolisian selama 24 jam, tugasnya adalah mengamankan petugas percetakan, dan juga tentunya pengamanan soal," ungkapnya.

Begitu juga nantinya soal yang telah selesai digandakan, saat pendistribusian dan sampai di Kabupaten/Kota, akan dikawal oleh pihak kepolisian. "Jadi kita tegaskan, bahwa jika ada yang mengaku mempunyai kunci jawaban, ataupun yang mengaku mendapatkan soal, agar tidak dipercaya, karena itu tidak mungkin ada," pungkasnya.

Adapun petugas percetakan yang diambil sumpah dan dikukuhkan tersebut adalah dari percetakan 210 perusahaan, 75 dari petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau.**(mad)