RAMBAH -- Sebagai sekolah baru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus berbenah diri meski masih kekurangan sarana dan prasarana pendukung.

Sekolah berlokasi di Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah atau sekira 300 meter dari rumah dinas Wakil Bupati Rohul ini, dibangun awal 2015 silam, dan mulai menerima siswa baru tahun ajaran 2015/2016.

Meski baru tahun pertama menerima siswa baru dan belum punya laboratorium, namun SMAN 2 Rambah sudah bisa menampung 50 siswa yang dibagi dalam ruangan kelas belajar (RKB).

Kepala SMAN 2 Rambah, Windra Yerni MMPd, mengatakan saat proses penerimaan siswa baru, ratusan calon siswa mengambil formulir. Ia memperkirakan, karena saat itu masih proses pembangunan, banyak calon siswa mengurungkan niatnya belajar di sekolah ini.

"Memang kondisi saat baru dibangun apa adanya. Namun kami terus berupaya agar sarana prasarana terpenuhi," ujar Windra.

Windra mengakui telah mengusulkan agar sarana prasarana di sekolahnya terpenuhi pada tahun ini. Baik mengajukan bantuan pada APBD Kabupaten Rohul, APBD Provinsi Riau, bahkan sampai APBN.

"Kita sudah mengusulkan. Kalau dapat ya alhamdulillah. Kalau tak dapat ya harus bersabar," jelas Windra.

Wanita berstatus PNS yang pernah diperbantukan di Yayasan Muhammadiyah Pasir Pengarayan ini mengakui pihaknya tetap bersabar. Pasalnya, sekolah yang sudah lama berdiri juga masih kekurangan sarana dan prasarana.

Sedangkan tenaga guru pendukung di SMAN 2 Rambah, sambung Windra, di sekolahnya sudah ada 5 guru berstatus PNS termasuk dirinya. Dalam mendukung proses belajar mengajar, sekolah ini juga berdayakan 12 honor komite, yang sebagian besar merupakan mahasiswa dari Universitas Pasir Pengarayan.

Diakuinya, pihak sekolah berencana bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Rohul untuk membangun green house di lokasi SMAN 2 Rambah.
Lokasi sekolah yang berada di tengah perkebunan karet masyarakat ini cukup strategis. Meski jauh dari daerah perkotaan, namun dekat dengan areal Perkantoran Pemkab Rohul.

Namun demikian, bangunan SMAN 2 Rambah yang berada di ketinggian, menurut Windra, masih perlu dibangun turap atau penahan tebing karena tanah terkikis saat hujan. Selain itu, masih perlu dilakukan peningkatan jalan, karena jalan menuju sekolah menanjak dan licin, terutama saat musim hujan.**(lim)