Agar Terhindar dari Zat Berbahaya, Dinkes Dumai Awasi Jajanan Berbuka Puasa
Minggu, 12 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
DUMAI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai akan selalu mengawasi peredaran makanan/jajanan berbuka puasa disejumlah pasar Ramadhan yang ada di Kota Dumai. Tujuannya untuk mengetahui apakah makanan berbuka puasa yang dijual di disejumlah pasar ramadhan tersebut, ada mengandung zat berbahaya atau tidak.
"Kami tetap mengawasi peredaran makanan/ jajanan berbuka puasa yang dijual para pedagang di pasar-pasar ramadhan, agar makanan dan minuman yang dijual tidak menggunakan zat berbahaya seperti Boraks dan Formalin. Sangat dilarang kepada pedangang mengunakan zat berbahaya kedalam makanan dan minuman," tegas Kepala Diskes Dumai, H Paisal SKM, MARS, Sabtu 11 Juni 2016.
Kata Paisal, pihak Diskes sudah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan mengambil sampel makanan dan minuman di beberapa titk pasar Ramadhan. "Sampel yang diambil akan diuji ke Laboratorium milik Diskes Dumai," ujarnya.
Menurutnya lagi, pengambilan sampel dilakukan mengantisipasi makanan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Antaranya, formalin, borak, zat pewarna, pemanis buatan, dan zat lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
"Kepada masyarakat agar selektif dan harus lebih jeli memilih makanan/jajanan berbuka puasa yang dijual di pasar Ramadhan. Masyarakat jangan mudah tergiur dengan harga makanan yang murah, tapi bahaya bagi kesehatan," pesan Paisal.
Sebagaimana yang diberitakan banyak media, masalah makanan dan minuman berkuka (Ta'jil)untuk berbuka puasa, menjadi persoalan yang selalu muncul. Mulai dari masalah makanan yang menggunakan zat pewarna, sampai dengan masalah harga yang dirasa tak sesuai dengan kondisi ril masyarakat saat ini. Untuk itu masyarakat diminta untuk hati-hati dan selektif dalam memilih menu untuk berbuka puasa.**(yus)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Evakuasi Masyarakat, Pekanbaru Sudah Tidak Layak Huni
Gaungriau.com -- Riau telah ditetapkan berstatus Darurat Pencemaran Udara. Puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan buka 24 jam. Status Siaga Darurat Darurat Karlahut menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amril SH, menyebut Kota Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni lagi. DPRD minta agar…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…





