• H Suyatno

BAGANSIAPIAPI -- Jika tidak ada aral melintang 2 orang mentri dan 2 orang setingkat mentri bakal menghadiri puncak acara Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan di Bagansiapiapi pada tanggal 20-21 Juni 2016 mendatang.

Untuk itu Bupati Rohil H Suyatno minta kepada aparat dan jajaranya untuk bisa menjaga keamanan tamu-tamunya.Bupati minta tidak kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut bupati para tamu yang datang dari berbagai malahan dari luar negeri ada yang terganggu seperti kecopetan.

"Tolong keamanan ditingkatkan,kita tidak mau daerah kita jadi percakapan para tamu kita karena tidak aman,"katanya saat memimpin rapat pinalisasi Bakar Tongkang di lantai 4 Kantor Bupati Senin 13 Juni 2016.

Pejabat yang direncanakan datang diantaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani, Kepala Badan Nasional penanggulan Bencana, dan Keempat Kepala Badan Nasional Penanggulan Teroris.

Termasuk Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan pejabat lainnya dan para pengusaha Tionghoa dan para artis dari luar negeri untuk memeriahkan ritual nasional Bakar Tongkang yang telah menjadi Even nasional tiap tahun di Bagansiapiapi.

Bupati saat memimpin rapat turut didampingi Wakil Bupati Drs Djamiluddin, Dandim 0321/Rohil Bambang Sukisworo, Kapolres Rohil AKBP Hendry Posma Lubis,Ketua Pengadilan Tinggi dan Anggota DPRD Rohil, kepala dinas, badan dan kantor, serta tokoh masyarakat Tionghoa.

Selain mempersiapkan rencana kunjungan kerja Menteri, Gubernur Riau dan pejabat lainnya, Pemkab Rohil juga akan melaksanakan kegiatan bazar selama acara Bakar Tongkang yang nantinya dipusatkan di dalam kota Bagansiapiapi.

Bupati tegaskan kepada masyarakat Tionghoa pada malam hiburan Bakar Tongkang yang dipusatkan di depan Kelenteng Ing Hok King untuk tetap menjaga toleransi beragama mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, terutama masalah pakaian dan hiburan tidak dilakukan hingga larut malam.

"Kita minta malam hiburan Bakar Tongkang nanti dilakukan seperti tahun lalu setelah sholat Tarawih, tolong itu dipatuhi," pinta H suyatno kepada masyarakat Tionghoa yang hadir saat rapat itu.

Pemkab Rohil sangat mendukung penuh ritual tahunan tersebut, karena selain mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata daerah, namun dengan adanya acara Ritual Bakar Tongkang masyarakat juga dapat memetik hasil seperti pedagang,penginapan,transportasi,rumah makan nantinya akan berjualan.

"Bakar Tongkang juga mampu mendatangkan sekitar 40 puluhan ribu orang wisatawan, baik domestik maupun wisatawan internasional," tuturnya.

Bupati menyarankan kepada pemilik rumah makan agar tetap buka di siang hari meskipun pelaksanaan Bakar Tongkang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

"Mereka kemarin mengeluhkan masalah konsumsi, karena selama Ramadhan banyak rumah makan tutup. Tapi kita sarankan untuk mempersilahkan suku Tionghoa membuka rumah makan disiang hari,"pintanya.**(zai)