IDI Rohil Kutuk Pelaku Pembuat Vaksin Palsu
Senin, 18 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
BAGANSIAPIAPI -- Ikatan Doter Indonesia (IDI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengaku sangat mengutuk pelaku pembuatan dan peredaran vaksin palsu. Pasalnya, yang menjadi korban dari faksin palsu ini adalah anak-anak yang sangat membutuhkan suntikan vaksin untuk kekebalan tubuhnya dari berbagai serangan penyakit.
Demikian hal itu di tegaskan Ketua IDI Rohil, dr Suratmin ketika ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan peredaran vaksin palsu di aula lantai IV Kantor Bupati Senin 18 Juli 2016 di jalan Merdeka di Bagansiapiapi.
"Kami sangat mengutuk pelaku pembuat vaksin palsu ini apa lagi saya seorang dokter anak yang sangat memperhatikan kesehatan anak," ketusnya.
Apa lagi lanjutnya, akibat peredaran vaksin palsu yang di kabarnkan sudah mencapai 10 tahun lamanya ini mengakibatkan turunya kepercayaan masyarakat terhadap pemberian faksin terhadap anak yang di lakukan baik di rumah sakit, puskesmas, Polindes maupun di Puskesmas.
"Perlu saya klarifikasikan karena kita mungkin sudah sangat takut apa lagi ini kejadian sudah 10 tahun. Tak perlu takut karena, vaksin yang di berikan kepada anak di Rohil khususnya selama ini berasal dari merek Biofarma yang sudah di jamin keaslianya dan tidak ada yang palsu dan hal ini sudahs melalui kajian dan penelitian dari berbagai unsur yang slah satunya B POM dan bahkan penyelidikan terhadap vaksin ini terus berlanjut," kata Suratmin.
Terkait persoalan vaksin palsu yang beredar, kenapa ini bisa terjadi penyebab utamanya adalah karena pernah terjadinya kelangkaan faksin infor tapi bukan kelangkaan vaksin dari merek Biofarma. Sejauh ini, baru di Jawa ditemukan anak yang mendapatkan vaksin palsu yakni sebanyak 10 orang. Agar ke 10 anak ini mendapatkan kekebalan tubuh akan di berikan vaksin ulang.
Saat di lontarkan pertanyaan terkait apa saja bahan pembuat vaksin palsu dan efek samping yang di timbulkan, dirinya secara detil menjelaskan adapun bahanya terdiri dari tiga unsur yakni pelarut berupa air, pencairan infus dan anti biotik. Sementara efek sampingnya terdiri dari jangka panjang dan pendek.
Untuk jangaka panjang si anak yang mendapatkan vaksin palsu ini tidak mendapatkan kekebalan karena tidak di berikan vaksin yang asli. Sementara untuk janga pendek karena campuran bahan yang bukan asli diantaranya alergi, kemudian juga berakibat munculnya alergi seperti gatal atau muncul benjolan.
"Pesan kita dari IDI Pertama imunisasi harus tetap di teruskan. Kemudian ditekankan kepada seluruh rumah sakit swasta dan Puskesmas bila mendapatkan vaksin palsu bukan dari Diatribusi resmi jangan di terima dan harus di stop karena Pendistribusi resmi hanya ada 5 di indonesia. Kepada bupati dirinya menyarankan agar dibentuk sebuah organisasi yang khusus untuk monitoring vaksin," pungkasnya.**(zai)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Kamis, 07 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
PMT-AS Bantu Perbaikan Gizi Siswa
TAPUNG -- Program Pemberian Tambahan Makanan-Anak Sekolah (PMT-AS) yang selama ini diberikan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Kampar, merupakan hal yang positif dalam menunjang perbaikan gizi untuk pertumbuhan fisik dan otak para anak-anak siswa. …
-
Rabu, 06 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
DBD di Kecamatan Tampan Meningkat, Diskes Diminta Tanggap
PEKANBARU -- Ketenangan masyarakat di kecamatan Tampan tampaknya kini terusik akan kasus deman berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut yang kini terus meningkat. Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun melakukan antisipasi. "Sudah beberapa warga terserang DBD tepatnya…
-
Rabu, 06 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Antisipasi DBD, Diskes Minta Warga Terapkan Pola Hidup Bersih
BAGANSIAPIAPI -- Dinas Kesehatan (Diskes) meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat menerapkan pola hidup bersih dilingkungan. Hal ini merupakan salah satu cara mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir,…
-
Rabu, 06 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
110 anak Warga Miskin Ikuti Sunatan Massal di Kantor Camat Bangko
BAGANSIAPIAPI -- Sedikitnya 110 anak warga kurang mampu di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir, Rabu 6 Januari 2016, mengikuti Khitanan Massal yang digelar Koordinator Kegiatan Kesejahteraan (K3S) Rohil. Terselenggaranya acara tersebut berkat kerjasama Kantor Pemberdayaan perempuan dan…
-
Selasa, 05 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Puskesmas II Pangkalan Kerinci Selesai 100 Persen
PANGKALANKERINCI -- Pembangunan Puskesmas II Desa Terusan Baru Pangkalan Kerinci akhirnya selesai 100 persen meskipun meskipun dilakukan perpanjangan kontrak dan dikenakan denda.Namun pekerjaan dan pembayaran denda sudah tuntas. "Ya pembangunan Puskesmas II sudah selesai dan tidak ada…
-
Rabu, 30 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Diskes Rohul Gelar Sunat Massal Gratis
PASIR PENGARAYAN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu komitmen menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat kurang mampu, dengan melaksanakan kegiatan sunat massal gratis. Pada tahun 2015, telah melakukan kegiatan sunat massal terhadap 480…
-
Selasa, 29 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Empat Warga Kelurahan Meranti Pandak Terjangkit Demam Berdarah
PEKANBARU -- Seiring dengan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mulai mengganas, dalam seminggu ini Empat orang warga terjangkit DBD. Seperti di Kecamatan Rumbai Pesisir, menurut Yeni…
-
Selasa, 29 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Setelah BLUD, PAD RSUD Selasih Capai 10 Milyar Rupiah Lebih
PELALAWAN -- Setelah setahun pola Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diberlakukan pada awal Januari 2015 hingga Akhir Desember 2015,PAD yang dihasilkan RSUD Selasih Pangkalan Kerinci hingga akhir Desember ini mencapai Rp.10 milIar lebih. Demikian disampaikan dr.…
-
Selasa, 29 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
2015, Penderita DBD Pekanbaru Mencapai 502 Kasus
PEKANBARU -- Hampir setiap tahun kota Pekanbaru megalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Perkembangannya harus diwaspadai terutama pada 2016 mendatang. Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayetno menuturkan, pada tahun…
-
Senin, 28 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
2.475 warga jamkesmas di Kecamatan Rambah Terintegrasi ke BPJS
RAMBAH -- Dari 11.000 warga yang memiliki kartu jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda)di Puskesmas Kecamatan Rambah sebanyak 2.475 orang terintegrasi ke BPJS Kesehatan. Demikian disampaikan Kepala Puskesmas Rambah, drg.dewi Maya Rianti Senin 28 Desember 2015 di ruang kerjanya.…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Kekhawatiran Fraksi Gabungan Terhadap MY Sampah Mulai Terlihat
PEKANBARU -- Tampaknya Kekhawatiran Fraksi Gabungan DPRD Kota Pekanbaru yakni Fraksi PPP, PKS, NasDem yang sejak sejak awal tidak setuju akan pengelolaan sampah di Pekanbaru di multiyears kan. Ternyata mulai terlihat bukti pengelolaan sampah tidak maksimal. "Itu…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Legislator Pekanbaru Pertanyakan Kebijakan Mentan Soal Impor Daging Variasi di Indonesia
PEKANBARU -- Keluarnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 58/Permentan/PK.210/11/2015 tentang pemasukan karkas, daging atau olahan ke dalam wilayah negara Republik Indonesia menuai reaksi dari kalangan wakil rakyat di Kota Pekanbaru. Pasalnya, dalam peraturan tersebut juga diizinkan impor…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
2016, Seluruh Puskesmas di Dumai sudah Terakreditasi
DUMAI -- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Dumai menargetkan pada 2016, semua Puskesmas yang ada di Kota Dumai sudah terakreditasi. Akreditasi ini dimaksudkan agar pelayanan di Puskesmas dapat memenuhi standar yang ditetapkan. “Akreditasi ini…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Penerimaan 109 PTT Nakes Pelalawan Dalam Seleksi Administrasi
PELALAWAN -- Tim Sekretariat Panitia Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan penerimaan 109 Pegawai Tidak Tetap (PTT) telah menerima 843 berkas lamaran yang kini sedang dalam seleksi administrasi. "Tim Sekretariat panitia Dinkes sudah terima 843 berkas lamaran honorer tenaga…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Syamsuar Resmikan Program Pomsimas
KERINCIKANAN -- Bupati Siak Drs Syamsuar Msi, resmikan pengunaan Pompimas tahun 2014-2015 yang merupakan program Nasional dalam rangka peningkatan Penyediaan Saran Air Minum dan Sanitasi yang layak bagi masyarakat. Dalam sambutannya Syamsuar mengatakan, Program pembangunan Pomsimas ini…
-
Senin, 21 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Hindari Demam Berdarah, Kadiskes Ajak Masyarakat Lakukan Pola Hidup 3M
SIAK -- Sebagai antisipasi terjangkitanya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegipty, terutama pada musim hujan separti sekarang ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak minta masyarakat bisa menerapkan pola 3 M (Menutup, Menguras, Menimbun).
-
Kamis, 17 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Distanak Sosialisasikan Rabies Untuk Pelajar SD
BENGKALIS -- Dinas Pertanian dan Pernakan (Distanak) Kabupaten Bengkalis menggelar sosialisasi rabies pada kalangan pelajar sekolah dasar (SD). Langkah ini dilakukan untuk mengenalkan penyakit menular hewan ini kepada anak-anak sejak usia dini. “Baru-baru ini, tepatnya 14 Desember…
-
Kamis, 17 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Peringati Harkannas ke-2, Pemkab Bengkalis Bakar Massal 500 Ikan
BENGKALIS -- Dalam rangka memperingati Hari Ikanan Nasional (Harkannas) ke-2 tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Bengkalis (Pemkab Bengkalis) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) akan mengelar kegiatan bakar ikan massal. Kegiatan yang akan diikuti sekitar 500 orang ‘ahli’…
-
Kamis, 17 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Bupati Minta Puskesmas Punya Anggaran Operasional Sendiri
BAGANSIAPIAPI -- Keinginan Bupati Rokan Hilir H Suyatno, setiap Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) harus bisa memberikan pelayanan yang sangat baik kepada masyarakat, untuk itu ia minta Puskesmas jangan banyak tergantung kepada Dinas Kesehatan. "Misalkan Puskesmas perlu kertas…
-
Selasa, 15 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Dinkes Dumai Ajak Masyarakat Budayakan 3M
DUMAI -- Memasuki musim penghujan dan guna mencegah bahaya DBD, Dinas Kesehatan Kota Dumai kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya 3M, yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur barang bekas yang dapat menampung air. “3M merupakan cara yang efektif dan…





