PEKANBARU -- Ketenangan masyarakat di kecamatan Tampan tampaknya kini terusik akan kasus deman berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut yang kini terus meningkat. Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun melakukan antisipasi.

"Sudah beberapa warga terserang DBD tepatnya di RW 14 Simpang Baru, kemarin juga di jalan Cipta karya ada warga yang meninggal akibat DBD juga. Mohon perhatian dari dinas terkait sebelum jatuh banyak korban," ujar salah seorang warga setempat Marlitis, kepada wartawan Rabu 6 Januari 2016.

Ketidaknyamanan warga ini juga sampai ke telinga Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru yang membidangi persoalan kesehatan. DPRD meminta Dinas Kesehatan tanggap dalam mengantisipasi kasus demam berdarah yang mematikan tersebut.

"Seharusnya setiap memasuki musim hujan seperti ini, Diskes sudah bergerak. Membentuk tim untuk memantau daerah di Pekanbaru melihat kesehatan masyarakat terutama DBD ini," ujar Anggota Komisi III Zainal Arifin yang merupakan Anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) Tampan ini.

Antisipasi yang dilakukan, kata Zainal, yakni dengan melakukan fogging atau juga memberikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat untuk memusnahkan jentik nyamuk penyebab sakit demam berdarah.

"Jangan banyak berfikir, anggarannya kan sudah ada. Kita harap bisa dimanfaatkan secara maksimal. Diskes juga kita minta tidak mempersulit masyarakat ketika ingin meminjam mesin fogging milik dinas ketika diperlukan," pungkasnya.**(dwi)