PEKANBARU -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru meminta kepada para sopir taksi konvensional agar tetap sabar serta tidak bertindak anarkis terhadap pengemudi taksi online di Pekanbaru.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Arifin Harahap meminta para sopir konvensional untuk tetap sabar dan menggunakan kepala dingin.

“Saya minta jangan anarkis, semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin, "ujarnya dihadapan para sopir taksi.

Meskipun Arifin sudah menghimbau untuk tidak anarkis. Para sopir taksi konvensional tetap tidak peduli. Mereka tetap menahan pengendara ojek online sambil memaksa melepas jaketnya dan memukulinya.

Aksi ini sempat memanas, namun beberapa menit kemudian massa sudah dapat dikendalikan. Kemudian Arifin bersedia mendengar keluhan para supir taksi.

“Kami mau Dishub lakukan aksi nyata, dengan menstop uber dan Gojek online. Namun kenyataannya Dishub terkesan membiarkan," ujar salah seorang sopir taksi.

Menjawab keluhan itu, Arifin mengatakan bahwa pihaknya beberapa waktu yang lalu sudah menggelar rapat bersama Satlantas terkait keberadaan Uber dan Gojek online ini.

“Persoalan Uber dan Gojel ini sudah kita rapat beberapa waktu yang lalu. Sedangkan hasil dari rapar tersebut juga sudah kita antar ke Kementerian,” sebutnya.

Arifin juga menambahkan, sampai hari ini pihaknya belum ada mengeluarkan izin transportasi berbasis online ini.

“Jadi sampai sekarang ini kami (Dishub red) belum ada mengeluarkan izin. Untuk itu diminta kepada para supir taksi untuk bersabar menjelang keputusan Menteri Perhubungan,"tutupnya.

Sebagaimana diketahui, puluhan sopir taksi konvensional yang terdiri dari
Riau Taxi‎, Puskopau dan Kopsi yang sehari-hari beroperasi di Kota Pekanbaru melakukan sweeping terhadap pengendara taksi online (Uber) dan Gojek.

Aksi tersebut terjadi, Rabu 17 Mei 2017 siang di jalan Cut Nyak Dien, tepatnya di samping BI Perwakilan Riau dan sempat mengakibatkan kemacetan dijalan Sudirman.

Aksi ini dilakukan karena para sopir taksi konvensional merasa jengkel dengan kehadiran taksi online(Uber). Pasalnya pendapatan mereka merosot turun sejak adanya taksi online beroperasi di Kota bertuah.**(saf)