DUMAI -- Gaungriau.com -- Tidak menerima tindakan Pemerintah Kota Dumai atas penimbunan dan pemagaran Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Simpang Tetap, Kecamatan Dumai Barat, puluhan pedagang Panglima Degang menggelar orasi, Kamis 18 Januari 2018 sekira pukul 10.30 WIB.

Orasi tersebut dilakukan puluhan pedagang yang didominan ibu-ibu itu menilai mereka di zolimi oleh Pemko Dumai, dengan menutup pintu masuk Pasar Gedang, bahkan memasang pagar.

"Pemko seharusnya hanya menertibkan pedagang berada di Jalan Husni Thamrin saja, tapi mengapa pintu masuk pasar ini ditimbun dengan tanah bahkan dipagar," ujar Regar salah satu pedagang.

Menurutnya, Pasar Gedang merupakan tempat mereka mencari sesuap nasi, dengan tindakan Pemko Dumai ini secara tidak langsung menutup mata pencahari mereka sebagai pedagang.

"Kita sangat kecewa dengan kebijakan pak Walikota yang secara tidak langsung tempat menutup tempat kami mencari rezeki," ungkapnya seraya berorasi menantang kebijakan Pemko Dumai.

Selain berorasi lanjut Regar mengatakan, mereka akan menggali tanah timbunan yang diletakkan di pintu masuk Pasar Gedang, bahkan mereka bersikeras akan tetap berjualan di pasar yang menjadi tempat para pedagang mencari nafkah itu.

"Kami mencari rezeki bukan korupsi, tetapi kenapa Pemko Dumai memperlakukan kami seperti ini," tukasnya.

Pantauan dilapangan, meski dibawah terik matahari para pedagang bersemangat dan terus berorasi menyampaikan aspirasi mereka atas kebijakan Pemko Dumai dengan dikawal oleh pihak Kepolisian Polres Dumai.**(sar)