PEKANBARU -- Gaungriau.com -- PT Pertamina akan menertibkan SPBU-SPBU yang beroperasional di Riau yang melakukan penjualan bahan bakar jenis premium kepada pedagang yang menggunakan jirigen.
Pasalnya, kelangkaan dinilai terjadi salah satunya ada SPBU yang diduga kuat menjual kepada pedagang jirigen yang menjual premium. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan premium di Riau, selain adanya peralihan konsumen dari Pertalite kepada Premium.
"Kondisi SPBU kan bermacam-macam, ada yang menjual kepada pedagang kios menggunakan jirigen. Padahal, ini kan tidak dibenarkan, itu yang kita pantau dan tertibkan," ungkap Branch Manager Pertamina Riau Sumbar R Pramono Wibono.
Menurutnya, dengan adanya penjualan premium kepada pedagang menggunakan jirigen ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan premium di SPBU, sebagai contohnya adanya pedagang yang menjual kios minyak menjual bensin padahal di Pertamina kosong. Apalagi, jatah premium untuk keperluan wilayah Riau tidak dikurangi sama seperti tahun 2017 lalu.
"Kemudian, kelangkaan premium karena adanya peralihan konsumen dari pertalite," terangnya.
Tidak hanya pengawasan terhadap bahan bakar premium, Pertamina juga akan melakukan pengawasan bahan bakar solar yang juga disubsidi sektornya sudah jelas.
"Itu kan kuota masih cukup, jagan sampai terjadi penyalahgunaan. Pasti ada penggunaan belum pas," tegas Pramono.
Pertamina juga akan melakukan persiapan dan pengawasan ketersediaan bahan bakar di Riau untuk memasuki bulan suci Ramadan dan lebaran Idul Fitri tahun ini.
"Kita akan persiapkan dan pantau penyaluran bbm untuk menghadapi puasa dan Idul Fitri," tandas Pramono.**(rud)











