PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Dari 300 ribu lebih jumlah sekolah di Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat hanya 20 persen yang peduli terhadap lingkungan. Ini membutuhkan sebuah model atau petunjuk teknis yang bisa diikuti, sehingga pengelolaan sekolah berwawasan lingkungan berbasis program Adiwiyata bisa diterapkan oleh setiap sekolah di Riau.
Fakta itu terungkap dalam disertasi program Doktor Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Wan Roswita mengambil judul Model Pengelolaan Sekolah Berwawasan Lingkungan Berbasis Program Adiwiyata. Penelitian ini, dilakukan Wan Roswita di SMAN 2 Dumai dan sekolah binaan khusus di Dumai. Adapun yang menjadi fokus penelitian, bagaimana model sekolah berbasis Program Adiwiyata bisa berkontribusi terhadap lingkungan hidup.
Wan Roswita memaparkan hasil penelitiannya tersebut pada Ujian promosi terbuka Jumat 20 Juli 2018. Ujian dipimpin langsung oleh Wakil Rektor 1 Universitas Riau serta dihadiri oleh Direktur Program Pascasarjana dan Ketua Program Doktor Prgogram Studi Ilmu Lingkungan. Selain itu, juga ada sebanyak 5 orang penguji yang menguji disertasi dari Wan selaku promovendus (sarjana yang menyusun disertasi).
"Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kedua sampel sekolah yang diambil dinyatakan layak mengikuti program sekolah Adiwiyata meski banyak kendala yang dihadapi pihak sekolah termasuk kendala biaya. Saya mencoba menawarkan model pengelolaan berwawasan lingkungan kepada pihak sekolah, melalui analisis secara internal dan eksternal yang dituangkan dalam sebuah kebijakan, perencanaan dan pendanaan serta monitoring dan evaluasi. Kepedulian dunia pendidikan terhadap lingkungan hidup perlu ditingkatkan, sehingga bisa membentuk karakter generasi muda kita yang berbudaya dan peduli lingkungan ," ungkap Wan.
Meski ujian promosi terbuka ini agak berlangsung sedikit menegangkan, namun Wan Roswita dinilai para penguji sangat layak meraih gelar Doktor atas disertasi yang telah ditelitinya. Butuh perjuangan yang panjang dan melelahkan, namun berbuah manis karena tidak banyak kepala sekolah yang mampu meraih gelar Doktor untuk Kota Pekanbaru bahkan Riau sekalipun.
Wan Roswita berharap, setelah hasil disertasinya diuji dan dikukuhkan, maka akan banyak sekolah di Riau yang bisa mengikuti program Adiwiyata dengan mengikuti model konseptual yang telah disusun. Bahkan gelar Doktor yang diraihnya tersebut, akan dipergunakan untuk membuat nama SMAN 1 Pekanbaru menjadi lebih harum di kancah nasional setelah prediket Sekolah Adiwiyata Mandiri berhasil disabet pada tahun 2016 lalu.**(mad)











