Gaungriau.com -- Direktorat Administrasi Akademik (DAAK) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) pada Ramadhan 1446 Hijriyah / 2025 M ini kembali menggelar Ramadhan Ceria dengan mengambil tema BERLIAN (Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan). Berbagai rangkaian acara telah disusun dan dilaksanakan dalam program ini.
Direktur DAAK Umri Dr Jupendri S Sos M IKom menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aktivitas rutin setiap tahun serta sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan lomba kreativitas Al Islam Kemuhammadiyah antar unit kerja se lingkungan Umri.
"DAAk BERLIAN adalah sebuah program yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat beribadah, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan edukasi kepada civitas akademika khususnya dan Masyarakat pada umumnya. Dalam konteks kehidupan umat Islam, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa, meningkatkan amal ibadah, dan melakukan kebaikan," jelas Jupendri.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tersebut dirinci Jupendri adalah pertama Tarhib Ramadhan 1446 H. Kegiatan pertama DAAk BERLIAN dimulai dengan Tarhib Ramadhan yaitu persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Kegiatan ini berisi pengajian terkait hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan melaksanakan ibadah secara optimal sehingga meraih derajat ketaqwaan kepada Allah SWT..

Kegiatan pembagian Takjil
"Dengan demikian, diharapkan semua staf Direktorat Administrasi Akademik Universitas Muhammadiyah Riau dapat lebih siap dan termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik. Kegiatan Tarhib Ramadhan di laksanakan pada Kamis, 27 Februari 2025 di ruang rapat DAAK," jelasnya.
Kegiatan kedua yaitu Expose aktivitas DAAk BERLIAN 1446 H pada Kamis, 6 Maret 2025. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh staf DAAk saja, namun dari berbagai unit kerja seperti Biro Keuangan dan Asset, UPT. Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru, dan lain-lain. Tujuan expose kegiatan agar bisa lebih memahami nilai-nilai yang diusung selama bulan suci ini, seperti kebersamaan, solidaritas, dan silaturrahim.
Kemudian untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. Selanjutnya, Ketika kegiatan Ramadhan dipublikasikan, lebih banyak orang termotivasi untuk terlibat, baik dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan social serta sebagai sarana dakwah dalam menyebarkan pesan ajaran Islam yang positif kepada masyarakat luas. Dengan demikian, ekspos kegiatan Ramadan tidak hanya bermanfaat untuk individu atau komunitas tertentu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih harmonis dan peduli sosial.

Kegiatan berbagi untuk korban banjir di Rumbai Pekanbaru
Kegiatan ketiga yaitu Tausyiah Ramadhan 1446 H yang disampaikan oleh Direktur DAAk, Dr. Jupendri. Tausyiah disampaikan tentang “puasa komunikasi”. Kegiatan ini disampaikan secara luring dan daring dengan sasaran Masyarakat luas pada Jum’at, 7 Maret 2025. Puasa komunikasi dalam artian menahan mulut dan jari kita untuk tidak melakukan komunikasi yang tidak baik seperti ghibah, fitnah, adu domba, menyebarkan berita bohong (hoak), dan lain-lain.
"Komunikasi yang bersih dari tindakan negatif ini akan menciptakan suasana yang lebih baik, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat. Suasana yang positif dapat meningkatkan kolaborasi dan saling menghargai," urainya.
Agenda berikutnya atau yang ke empat menurut Jupendir adalah membagikan bingkisan ramdhan untuk warga terkena banjir. Kegiatan ini dilakukan di rumah warga pinggiran Sungai Siak yang terendam banjir, jalan Pemudi Ujung Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada Sabtu, 8 Maret 2025. Kegiatan ini sebagai bagian kecil dari hadirnya Universitas Muhammadiyah Riau di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami mushibah.
Banjir membuat warga sulit mendapatkan makanan, air bersih, dan kebutuhan sehari-hari. Bingkisan Ramadhan yang kami berikan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, ikan sarden, mie instan, roti dan lain-lain. Bingkisan ini juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas antar sesama.
Dalam bulan yang suci, berbagi dengan sesama yang membutuhkan menjadi tindakan yang sangat dianjurkan dan bisa memperkuat ikatan sosial dalam komunitas. Bantuan yang diberikan juga dapat memberikan dukungan moral kepada mereka yang terdampak. Mengetahui bahwa ada orang lain yang peduli dan siap membantu dapat memberikan semangat dan harapan di saat-saat sulit.

KegiatanTahfizul Qur’an
Kegiatan kelima yaitu pembagian takjil berkah kepada Masyarakat umum, yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Maret 2025 dilaksanakan di depan kampus UMRI dengan sasaran Masyarakat pengguna jalan raya. Di bulan Ramadan, banyak orang yang mungkin kurang mampu untuk membeli makanan untuk berbuka. Dengan membagikan takjil, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan dan memastikan bahwa semua orang dapat berbuka puasa dengan layak.
"Dengan memberikan takjil kepada orang lain, kita diajarkan untuk bersyukur atas apa yang kita miliki dan belajar untuk berbagi dengan sesama, yang merupakan inti dari ajaran Islam. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi,"
Dismaping Lima kegiatan diatas, terdapat enam kegiatan lagi yang dilaksanakan pada DAAK BERLIAN Ramadhan 1446 H, yakni Berbuka puasa bersama yang dilaksanakan 11 Maret 2025, Sholat Isya, Tarawih dan Witir berjamaah dilaksanakan pada selasa, 11 Maret 2025 di Mesjid Baitul Hikmah Umri. Tahfizul Qur’an dilaksanakan pada Jum’at, 14 Maret 2025 di ruang DAAk Umri.
"Dan yang terakhir yaitu berbagi bingkisan untuk ibu Tangguh yang dilaksanakan pada Senin, 17 Maret 2025. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh ibu-ibu cleaning service UMRI yang berjumlah 19 orang. Adapun bingkisan yang diberikan berupa bahan pokok seperti minyak, gula, mie instan, teh, dan lain-lain," imbuhnya. (mad)























