Gaungriau.com – Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Hendrik Firnan Pengaribuan, terus bergulir. Jajaran Satlantas Polres Bengkalis memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.
Peristiwa laka lantas tersebut terjadi di Jalan Lintas Dumai–Pakning, tepatnya di Desa Parit I Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Selasa 31 Maret 2026, sekitar pukul 11.00 WIB malam. Insiden ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Fortuner BM 9 D dan Toyota Kijang Innova Reborn BM 1903 DY.
Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amelia, menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah dimintai keterangan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
“Seluruh pihak yang terlibat saat ini masih diperiksa secara intensif dan diamankan di Polres Bengkalis bersama barang bukti. Untuk hasil lengkapnya nanti akan disampaikan langsung oleh Bapak Kapolres,” ujar AKP Shandra, Rabu 1 April 2026.
Tak hanya itu, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang menyeluruh, pihak kepolisian juga melakukan tes urine terhadap para pihak yang terlibat, guna memastikan tidak adanya pengaruh narkotika dalam insiden tersebut.
“Untuk hasil tes urine maupun status pengemudi, akan disampaikan langsung oleh Kapolres,” tambahnya.
Berdasarkan ringkasan sementara, kecelakaan diduga disebabkan oleh pengemudi Innova, Adika Nursal (24), yang mengalami microsleep atau tidur sebentar saat mengemudikan kendaraan dari Dumai menuju Pakning. Mobil yang dikemudikannya diduga tidak dapat dikendalikan dan melintang ke jalur kanan.
Pada saat yang bersamaan, dari arah yang berlawanan melintas Toyota Fortuner yang dikemudikan oleh Marcellino Kyla Alfito (23), yang membawa penumpang bernama Hendrik Firnan Pengaribuan (37). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, insiden tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Akibat dari insiden tersebut, tidak ada yang kehilangan nyawa. Namun, satu orang mengalami cedera parah, sementara tiga lainnya mendapatkan luka ringan, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Hendrik Firnan Pengaribuan menjadi korban yang paling parah. Ia mengalami cedera serius pada area tulang belakang. Bahkan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya patah tulang, sehingga saat ini ia harus mendapatkan perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru.
“Dia mengalami patah tulang belakang, sehingga memerlukan perawatan intensif,” kata AKP Shandra.
Keluarga menyatakan bahwa kondisi Hendrik saat ini mulai membaik, tetapi masih perlu perawatan medis lebih lanjut. Bahkan, ada rencana untuk merujuknya ke Malaysia guna menjalani operasi.
“Kondisinya sudah mulai stabil, tetapi dari hasil rontgen ada luka serius di bagian punggung dan perlu tindakan cepat. Rencananya akan dirujuk ke Malaysia untuk operasi,” ungkap Anil Perdana, kerabat sekaligus ajudan korban.
Senada, abang kandung korban, Tantowi Sahputra Pengaribuan, menyebut Hendrik masih mengalami trauma pascakecelakaan tersebut.
Ia juga menyoroti pemberitaan yang dinilai tidak berimbang terkait insiden ini. Menurutnya, keluarga berharap media dapat menyajikan informasi secara akurat dan tidak menyudutkan korban.
“Adik saya ini korban. Ada keterangan resmi dari Polres bahwa kendaraan Innova yang menabrak. Kalau tidak menghindar, bisa terjadi tabrakan lebih fatal. Kami berharap pemberitaan tetap berimbang,” tegasnya.
Sementara itu, pengemudi Fortuner hanya mengalami luka ringan berupa lecet di tangan dan nyeri di pinggang. Sedangkan pengemudi Innova mengalami luka di bagian bibir serta memar di dahi. Dua penumpang lainnya dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dan telah diamankan sebagai barang bukti. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Di akhir keterangannya, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jauh.
“Kami mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri saat lelah. Pastikan kondisi tubuh prima untuk menghindari kecelakaan,” tutup AKP Shandra. (put)























