• H Suyatno

BAGANSIAPIAPI -- Bupati Rokan Hilir H Suyatno tidak mau terjadi kekacauan keamanan di negara ini. Khususnya di Rokan Hilir yang dijuluki negeri seribu kubah. Pasalnya Rohil disamping berbatasan dengan negeri tetangga Malaysia dan berada dilintas Ibu kota Propinsi Sumatra Utara.

H Suyatno meminta kepada tokoh masyarakat Rokan Hilir termasuk alim ulamanya untuk bisa bersatu menjaga ketertipan dan keamanan yang kata kan bahwa hal ini adalah harga mati. Hal ini ia katakan dengan terjadinya kekacauan keamanan seperti gencarnya isu ISIS dan pengebomam di Jakarta, Kamis 15 Januari 2016.

"Keamanan dan ketertipan itu adalah milik bangsa indonesia secara keseluruhan, jangan sempat negara kita ini,yang memporak porandakan nya itu orang kita sendiri. Kalau ini yang terjadi apalah artinya kita hidup sebagai warga indonesia.Kalau kita tidak membela negara kita,ya siapa lagi yang membela,"katanya, Jumat 16 Januari 2016.

Ditegaskan Bupati H Suyatno bahwa ada didalam undang-undang 1945 menjelaskan, bahwa setiap warga negara indonesia wajib membela negaranya.Bupati menyebutkan bahwa keamanan dan ketertipan itu harus digantungkan kepada TNI,Militer atau Polri.Tapi semua negara semua hak dan kewajiban bela negara.

Bupati mendukung ada sosialisasi bela negara yang diteruskan kepada pelajar mulai dari SMP,SMA hingga perguruan tinggi sebagai mana disebutkan bupati bahwa sebelumnya ada P4.Dalam hal ini H Suyatno mengajak kepada masyarakatnya untuk menjunjung tinggi kedaulan dalam menjaga keamanan dan ketertipan.

"Kalau kita bersatu dan kompak,kalaupun ada kelompok yang masuk ketempat kita tujuan mengacaukan keamanan saya yakin hal itu tidak akan mempan.Maka saya tidak henti-hentinya menghimbau mari kita sama-sama menjaga ketertipan dan keamanan ini,"pintanya.**(Adv/Humas/Us)