• Ayat Cahyadi

PEKANBARU -- Kamis 28 Januari 2016, bertempat diaula Kantor Walikota. Akhirnya 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang merupakan hasil dari seleksi tahap kedua dilingkungan Kota Pekanbaru dilantik oleh Wakil Walikota Ayat Cahyadi.

Dari 11 jabatan yang rencananya  dilantik, namun hanya 10 jabatan yang dilaksanakan pelantikan. Adapun nama-nama pejabat yang dilantik adalah, Assisten I, Dastrayani Bibra. Assisten II, Dedi Gustriadi. Assisten IV, Mutia Eliza. Kepala BKD, Azharisman Rozie. Kepala Kesbangpol, Agus Pramono. Kepala BPT PM, M Jamil. Kepala Bappeda, Yusrizal. Kepala Inspektorat, Azmi. Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Jamal. Sekwan, Ahmad Yani.

Dalam kesempatan yang sama juga ditetapkan Azharisman Rozie sebagai plt Assisten III. "Untuk jabatan Assisten III dan Kadis Cipta Karya, sesuai instruksi Walikota ditunjuk Pelaksana Tugas (plt),"terang Azharisman Rozie selaku Kepala BKD Pekanbaru.

Ketika ditanya untuk plt Kadis Cipta Karya masih tetap dijabat Zulkifli Harun yang juga merangkap sebagai Kepala Dinas Bina Marga Kota Pekanbaru. "Sampai saat ini status Zulkifli masih tetap merangkap sebagai Plt Kadis Cipta Karya, karena belum dicabut oleh walikota,"jelas Rozie.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pejabat yang dilantik adalah pejabat-pejabat lama, namun ada satu nama yang muncul di luar dugaan, yakni Syukri Harto yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kota Pekanbaru. Namun sekarang ia diberi jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan Kota Pekanbaru.

Selain itu, khusus jabatan Sekda Kota Pekanbaru pelantikannya ditunda, dijadwalkan pelantikannya pada pekan depan. Hal itu karena untuk jabatan sekda akan dilantik Walikota langsung.

Dalam pengarahannya, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi mengatakan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk mempercepat laju pembangunan dan mewujudkan visi misi kota Pekanbaru.

"Saya berharap, dengan pelantikan ini seluruh pejabat baru bisa bekerja dengan sepenuh hati dan memberikan kontribusi terhadap kota Pekanbaru. Sementara bagi pejabat yang turun jabatan seperti Syukri Harto, jangan berkecil hati. Ingat jabatan itu adalah amanah kapan saja bisa berubah," paparnya.**(saf)