SIAK -- Mengatasi persoalan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, akan tetapi harus ada kerjasama dan kepedulian dari semua elemen masyarakat.

Seperti yang ditunjukkan oleh warga tujuh RT dari Dusun Banjar Agung Kampung Banjar Seminai kecamatan Satin, mereka melakukan penyemprotan asap (Fogging)dengan biaya swadaya. "Ini merupakan semangat kegotong rotongan yang harus dicontoh oleh kampung kampung lainya,"Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Toni Candra Mkes kepada GaungRiau, Selasa 2 Februari 2016.

Candra menyebut, semangat kegotong royongan yang ditunjukkan masyarakat Dusun Banjar Agung Kampung Banjar, patut diberi apresiasi, karena jika hanya berharap kepada pemerintah, tentunya tidak semua dan secepat itu bisa terlaksana, padahal bahaya DBD ini harus cepat diantisispasi. Dan pemerintah juga akan melakukan fogging mengatasi penularan terhadap penyakit DBD hanya radius 100 meter dari lokasi terjadinya kasus DBD .

"Jadi apa yang telah dilakukan oleh warga Dusun Banjar Agung ini, adalah bagian dari partisipasi dalam membantu pemerintah dalam mengatasi terus menekan dari bertambahnya penderita DBD," Sebut Kadiskes.

Sementara, Ketua RT 03/RT 02, Dusun Banjar Agung Kampung Banjar Seminar, Iwan  menyebutkan, kegiatan Fogging yang dilakukan oleh warga ini sebagai upaya untuk mencegah penularan penyakit Demam berdarah, walaupun di wilayah nya belum ada warga yang terkena penyakit DBD, akan tetapi lebih baik dilakukan antsipasi dengan fogging sebelum terjadi.

Terkait biaya, menurut dia untuk RT nya biaya operasional digunakan dari uang kas yang dimiliki oleh RT, "sedangkan bagi RT yang lain tidak ada uang kas nya warga patungan 10 ribu rupiah  per KK nya, sementara obatnya kita minta dari  Puskesmas setempat,"terang Iwan.**(jas)