• Plt Gubri Hadir sekaligus menyerahkan LKPJ 2015 pada Paripurna DPRD Provinsi Riau

PEKANBARU -- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman selaku Kepala Daerah, Senin 28 Maret 2016 sampaikan Laporan Keterangan Pertanggngjawaban (LKPj) Kepala Daerah tahun anggaran 2015 ke DPRD Riau.  Ini dirangkum dalam Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo dan di dampingi Wakil Ketua, Manahara Manurung.

Pada pidato pemukanya Sunaryo mengatakan, penyampaian LKPJ 2015 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dari Pemerintah yang disampaikan oleh Kepala Daerah yang diatur dalam Perda No 7 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2014 - 2019.

Kemudian Pergub No 32 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015. Penyampaian dilakukan tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Sementara Plt Gubernur dalam pidato pengantarnya mengatakan,penyampaian LKPJ 2015 yang dilakukan mencakup kegiatan Pemerintahan secara makro, Pendapatan Elanja Darah, Penyelenggaraan Dsentralisasi, Penyelenggaran Tugas Perbantuan, Penyenggaraan Tugas Umum Pemerintahan.

"Tahun 2015 yang baru saja kita lewati terasa sebagai tahun yang sangat berat untuk kita lewati dengan berbagai permasalahan dan polemik yang ada pada waktu itu. Terutama telah mempengaruhi masalah Politik dan Birokrasi, namun berhasil kita lewati kondisi yang kondusif. Meski kinerja Pemerintahan belum bisa dilaksanakan secara maksimal, namun kita sudah merasakan ke arah yang lebih baik," sebutnya.

Dia menambahkan, jumlah penduduk Provinsi Riau yang terdiri dari 12 Kabupaten/Kota untuk saat ini bertambah sekitar 2,52% lebih dari jumlah sebelumnya. Penambahan ini menjadikan jumlah penduduk Provinsi Riau  jadi 6,3 juta jiwa lebih dari sekitar 6,1 juta jiwa lebih pada tahun sebelumnya.

Disampaikannya, dengan penambahan sebesar 2,52% dalam kurun satu tahun, termasuk pertambahan penduduk yang tertinggi di Indonesia. "Walau termasuk pertambahan penduduk yang tertingg diIndonesia, Riau termasukdaerah yang berhasil dalam menjalankan program KB. Ini dapat dilihat dengan jumlah rata-rata pendiduk perrumah tangga terdapat  4 jiwa", sebutnya.

Pertambahan penduduk yang cukup besar ini  disampaikan oleh Plt Gubri lantaran tingginya Mikrasi masuk ketimbang  Mikrasi keluar. Ini berdampak pada semakin banyaknya angka pengsangguran yang identik semakin meningkatnya angka kemiskinan.

"Angka kemiskinan di Riau mulai tahun 2011 hingga 2015 terjadi fluktuasi.  Tahun 2011 angka kemiskinan 8,17%, kemudian di tahun 2012 turun jadi 8,05% dan naik lagi di tahun 2013 jadi 8,42% dan turun lagi di tahun 2014 jadi 7,19%.  Tahun 2015 meningkat lagi jadi 8,82%", jelasnya.**(nik)