SIAK -- Dampak dari terpaan lesunya ekonomi secara global yang belum juga membaik sangat berimbas kepada semua lini ekonomi diberbagai lapisan masyarakat. Dampak itu kian terasa oleh masyarakat yang ekonomi arus bawah.

Wandi, warga Kecamatan Mempura kepada Gaungriau.com, Rabu 15 Juni 2016 menyebutkan, jika kondisi ekonomi bangsa terus terpuruk seperti sekarang ini, sudah barang tentu membuat rakyat terpekik.

"Saat ini saja misalnya, dimana di bulan suci Ramadhan segala  kebutuhan sehari-hari harganya merangkak tinggi, sementara ekonomi tidak begitu berpihak kepada kita. Mau tidak mau jalani saja apa adanya," ucap Wandi.

Tak hanya saat bulan puasa saja, tapi Wandi menyebutkan kondisi tersebut akan mempengaruhi masyarakat dalam berlebaran. Ini dikatakannya melihat tidak adanya aktifitas masyarakat dalam menyambut lebaran. 

"Berbeda dengan lebaran yang sudah-sudah, hingga pertengahan puasa saat ini belum ada lagi tampak persiapan yang dilakukan masyarakat sama sekali. Yah, mau bilang apa? Ekonomi itu betul yang seret. Paling disediakan alakadarnya saja, disesuaikan dengan kemampuan  yang bisa terjangkau. Yang terpenting sekali itu niat dan rasa syukur kepada sang pencipta yang telah memberi kesehatan kepada kita serta nikmati apa adanya," pungkasnya.**(jas)