TEMBILAHAN -- Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Dr Ir H Sahrudin MM, mengatakan, pada tahun 2016 ini, kondisi infrastruktur dinilai semakin memprihatinkan dan kondisi serupa juga akan terjadi untuk tahun anggaran 2017.

"Permasalahan infrastuktur yang ada di Kabupaten Inhil ini menjadi suatu kendala, selama ini permasalahan itu terjadi, apalagi saat ini sudah masuk bulan September, proyekpun hampir belum dikerjakan. Saya selalu mengingatkan kepada pemerintah daerah tolong dipercepat terhadap permasalahan infrastuktur yang kita lihat sampai saat ini itu semangkin terlambat," ungkapnya belum lama ini.

Lebih jauh ia menjelaskan, Persoalannya memang banyak faktor. Salah satu persoalan administrasi dan lambatnya proses lelang yang dilaksakan. Sehingga waktu untuk rekanan untuk melaksanakan kegiatan jadi terpangkas.

Oleh sebab itu ia menghimbau kepada kontraktor atau pemenang lelang untuk segera melaksanakan pekerjaan dan jangan tertunda-tunda yang akhirnya akan merugikan masyarakat Kabupaten Inhil.

"Setiap pemenang lelang atau para kontraktor harus memahami kondisi Kabupaten Inhil yang kerap dilanda hujan dan banjir pada akhir-akhir tahun," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Tambah Sahrudin seperti bulan November dan Desember akan masuk musim penghujan dan banjir semua pekerjaan jalan dan jembatan akan terhambat. Oleh sebab itu, dewan melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para SKPD maupun kontraktor.

"Kami dari DPRD selalu melakukan pengawasan kegiatan-kegiatan dan pengawasan nanti kita langsung memanggil SKPD nya turun bersama-sama untuk mengecek sejauh mana volume atau tingkat pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor," katanya lagi.**(suf)