• Miswanto

DUMAI -- Pemilihan Ketua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) cabang Kota Dumai, dijadwalkan berlansung awal Desember 2017 mendatang.

Sejumlah nama bursa calon sudah mulai mulai bermunculan, salah nama yang dialu-alukan saat ini adalah Miswanto, Jurnalis Senior Dumai yang akan turut berkompetisi.

Pria yang aktif di Harian Pagi Dumaipos ini digadang-gadang akan maju dalam bursa calon ketua PWI cabang Dumai sudah berkecimpung dalam berbagai organisasi sejak mulai aktif di dunia jurnalistik seperti ketua Poros Wartawan Dumai , dan Gabungan Wartawan Dumai.

"Jka terpilih sebagai ketua PWI cabang Kota Dumai nanti, dia berjanji akan menjadikan PWI kota Dumai lebih baik dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. "Selain itu saya mendesak koresponden dan kontributor digaji tetap sesuai UU Ketenagakerjaan dan mendesak Disnaker mengawasi eksekusinya," kata Miswanto kepada gaungriau.com. Selasa 28 November 2017.

Tidak hanya itu, putra asli Kota Dumai ini juga mengusung misi memperjuangkan kebebasan Pers dan kebebasan berekspresi. Salah satunya melalui kampanye masiv anti kriminalisasi jurnalis dan penghapusan pasal karet UU ITE.

“Mengenai profesi jurnalis, saya ingin menggenjot pelaksanaan uji kompetensi wartawan (UKW) agar semua anggota berkompeten di bidangnya,”paparnya.

Miswanto berharap dapat meningkatkan kapasitas anggota dengan cara pendidikan jurnalistik dan media baru di PWI secara bergiliran. “Hal ini tentu untuk mendorong daya saing anggota PWI di dunia pers,” imbuhnya.

Wartawan yang kerap mengunakan topi blangkon ini juga bermaksud memfasilitasi organisasi, mendorong kemandirian sekretariat Kota Dumai dan fasilitas pendukung.

“Kegiatan PWI, perlu dibarengi dengan adanya pemerataan program. Di bidang promosi, pengurus PWI Dumai harus memiliki media atau website resmi PWI Dumai lahirnya efektivitas kampanye gerakan,” tuturnya.

PWI Dumai, sambung Miswanto yang mengaku telah dapat 8 suara pendukung dari 20 suara pemilih ini perlu menstimulus lahirnya media Alternatif yang dimotori anggota-anggota PWI untuk mengimbangi keberagaman informasi."Maka dukunglah saya, perubahan itu bakal kita wujudkan,"pungkasnya.

Sementara, Samsul salah seorang anggota PWI Cabang Dumai mengatakan, saat ini banyak tantangan yang dihadapi jurnalis di masa depan. Profesi ini menjadi semakin berat dengan banyaknya hoax dan fake news, apalagi penegakan etika juga masih jadi problem. Persoalan lain yang juga harus dijawab adalah soal kesejahteraan wartawan serta kekerasan yang masih terjadi, bahkan cenderung mengalami peningkatan.

"Sebagai anggota PWI cabang kota Dumai, saya melihat sosok dan program serta visi dan misinya ke depan, Miswanto sudah layak untuk memimpin wadah Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Dumai," tutupnya.**(yus)