• Jusuf Kalla (Foto: rri.co.id)

Gaungriau.com -- Penggunaan istilah-istilah rumit yang dikeluarkan saat debat keempat Pilpres 2024 untuk Cawapres menurut mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) adalah strategi untuk kelihatan seperti orang bodoh.

JK mengungkapkan hal itu saat wawancara ekslusif di The Prime Show iNews, Rabu 24 Januari 2024. Saat itu JK sedang menanggapi soal istilah-istilah rumit yang dikeluarkan oleh cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat bertanya soal greeninflation kepada cawapres nomor urut 3, Mahfud MD.

"Itu strategi untuk kelihatan orang bodoh. Ini kan pertunjukan, maka ditanyalah pertanyaan sesuai yang dapat dipastikan dia tahu, maka bukan menjadi substansi, mirip cerdas cermat," ucap JK, sebagaimana dilansir okezone.co, Kamis 25 Janauri 2024.

JK menilai keputusan cawapres nomor urut 3, Mahfud MD untuk tidak menjawab pertanyaan dari cawapres nomor urut 3, Gibran Rakabuming Raka soal 'greeninflation' adalah hal yang tepat.

Dia menganggap pertanyaan menyudutkan itu tidak jelas. Karena dari peraturan KPU RI sendiri soal debat yang menyatakan bahwa segala bentuk singkatan atau istilah haruslah dijelaskan sebelum bertanya kepada paslon lain.

"Sudah ada aturan dari pada moderator, tidak boleh bertanya tentang singkatan, kalau ada istilah-istilah yang aneh itu harus agar dijelaskan dulu," kata JK.

JK itu juga mengatakan, setelah Gibran menjelaskan apa itu greeninflation saat bertanya pada Mahfud. Apa yang dia gamblangkan dalam debat itu juga salah.

"Penjelasan Gibran (soal greeninflation) juga salah jua. Tidak jelas juga malah," ucapnya.

"Mas Gibran hanya menjelaskan terjemahannya, kemudian memberi contoh di Paris orang berbaju cokelat. Gak ada hubungannya," tambah dia.

Padahal dalam pertanyaannya Gibran menanyakan apa itu greeninflation. Buat JK greeninflation hanya akibat saja dari sebuah transisi.

"Coba sekarang, kita mau ganti listrik dari batu bara, tentu diatasi dengan transisi, ataupun di katakanlah subsidi dulu sambil berjalan. Sambil di atasi karena beralihnya dari mobil yang pakai bensin ke listrik itu solusinya dia kasih subsidi bukan soal baju," tutur JK.

"Saya kira benar Prof Mahfud dia tidak menjawab," imbuh JK. ***